Panen Molor, Petani Mekarbuana Galau - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Panen Molor, Petani Mekarbuana Galau

Panen Molor, Petani Mekarbuana Galau

Written By Mang Raka on Sabtu, 04 Juni 2016 | 16.30.00

TEGALWARU,RAKA - Petani Kacang panjang, di Kampung Cipeuteuy Desa Mekarbuana, galau. Pasalnya, akibat serangan hama sawah mereka belum bisa dipanen. Padahal, jika menghitung hari sudah waktunya melakukan panen.

Berdasarkan pengakuan sejumlah petani, kemarin, hama menjadi penyebab molornya jadwal panen. Akibat serangan hama petani terpaksa mengeluarkan biaya ekstra untuk melakukan pembasmian hama. Akibatnya anggaran membengkak sehingga membuat perawatan jadi tidak maksimal dan berimbas kepada hasil tanaman, seperti kacang panjang.
Seperti diutarakan, H.Abas (54), dirinya harus bisa berlapang dada dengan apa yang dirasakannya karena hasil pertaniannya yaitu kacang panjang belum bisa dipetik hasilnya karena belum maksimal. Ditambah lagi kondisi keuangan yang diharapkan untuk membeli insektisida pembunuh hama belum juga terbeli. "Saya mesti sabar sedikit karena belum bisa membeli pupuk insektisida pembunuh hama agar hasil panennya maksimal. Menurut saya kemungkinan setelah lebaran diharapkan panen dan bisa menutup anggaran operasional kemarin. Selain itu kami berharap pemerintah bisa bantu kami dalam mendapatkan anggaran, karena para petani yang tidak masuk Gabungan Kelompok tani (Gapoktan) kemungkinan tidak akan mendapatkan bantuan dari Pemerintah," ungkapnya.
Dibenarkan Bahri (50), petani lainnya, saat ini memang tidak semua menjadi petani kacang panjang. Sebagian petani padi dan perihal tidak semua juga petani masuk menjadi kelompok tani maka beberapa program tani dari dinas dan sekarang bertahan hanya masing-masing petani itu sendiri. "Petani yang tidak masuk dalam Gapoktan saat ini mesti bertahan sendiri-sendiri saja karena mereka hanya dihadapkan kepada keperluannya masing-masing saja. Saat ini berharap pula mendapatkan informasi perihal apapun dari dinas. Sepertinya petani yang sekarang ada hanya bisa bertahan dan mendapatkan pola sendiri saja, khususnya di Cipeuteuy," paparnya.
Ditempat berbeda, Ucen (44) petani dari Kampung Bakan Ngantay menjelaskan, program pemerintah saat ini banyak namun jarang hingga sampai menyebar hingga ke petani yang ada. "Menurut saya sih mimpi kali jika ada petani yang sangat maju dari hasil pertaniannya. Saat ini petani mengeluhkan perihal dana operasional yang diharapkan bisa di dapatkan dari siapa saja, dalam hal ini pemerintah. Akan tetapi bagi petani kini sudah mendapatkan hasil yang lumayan saja sudah berkah," katanya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template