Nikah Gratis KUA Kurang Sosialisasi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Nikah Gratis KUA Kurang Sosialisasi

Nikah Gratis KUA Kurang Sosialisasi

Written By Mang Raka on Sabtu, 04 Juni 2016 | 15.00.00

KARAWANG, RAKA - Pengakuan sejumlah sumber mengenai image buruk jika menikah melalui Kantor Urusan Agama (KUA) mestinya ditanggapi cepat Kementrian Agama (Kemenag) Karawang. Ini bukti, sosialisasi selama ini yang dilakukan kementrian terkait dengan persoalan keagamaan ini belum optimal. Anehnya saja, jika karena menikahnya di KUA
kesannya justru itu sebuah kesalahan.

Seperti dituturkan, program Kementerian Agama (Kemenag) RI yang memberikan kebijakan biaya nikah gratis untuk pasangan yang melakukan proses akad nikah di Kantor Urusan Agama (KUA), kurang diminati pasangan calon pengantin. Pasalnya mereka khawatir jika menikah di KUA bakal mendapat penilaian buruk dari masyarakat. "Apalagi kalau di daerah, nikah di KUA itu berpikirnya ada apa-apanya," kata Husein, kepada Radar Karawang, Jumat (3/6).
Husein menandaskan, sampai saat ini menurutnya masih kuat penilaian bahwa image yang timbul karena menikah di Kantor Urusan Agama merupakan sebuah kesalahan. Padahal, KUA itu merupakan lembaga resmi pemerintah yang mengatur persoalan pernikahan warga negaranya. Artinya, sebagai warga negara menikah harus diakui oleh negara. Dan, surat yang diserahkan KUa kepada para pasangan menikah itulah pengakuan negara bahwa pasangan yang menikah itu sudah sah sebagai suami istri.
Terkait itu, staf Bimas Islam, Hasim yang mewakili Kasi Bimas Islam, mengatakan berdasarkan Peraturan Kementerian Agama RI Nomor 48 tahun 2014, biaya pencatatan nikah atau rujuk di KUA pada hari kerja, tidak dikenakan biaya atau gratis."Masih banyaknya yang menikah diluar KUA, kemungkinan mereka belum tahu kalau nikah di KUA gratis, ataupun mungkin tadi image nikah di KUA kurang baik," ungkapnya.
Ditambahkannya, bagi yang tidak mampu secara ekonomi dan warga yang terkena bencana alam dikenakan tarif nol rupiah, asalkan melampirkan persyaratan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari kelurahan atau kepala desa. Sementara jika menikah di luar KUA dan di luar jam kerja, dikenakan biaya Rp 600 ribu yang dibayarkan melalui bank.
"Meskipun sudah ada program biaya nikah gratis dari pemerintah pusat yakni menikah di KUA, namun program itu kurang begitu diminati, karena masih khawatir memunculkan persepsi tidak baik dari masyarakat," kata Hasim.
Hasim mengatakan, program nenikah gratis ini sudah sejak 2014 lalu dan sosialisasi terus ada, namun masyarakat tidak tertarik mengikuti program biaya nikah gratis di KUA. Pasalnya, kebanyakan calon pengantin beranggapan jika menikahnya di KUA khawatir dianggap karena si pasangan bermasalah duluan. "Calon pengantin yang menikah di KUA kurang diminati, padahal kami (KUA, red) sudah menyiapkan aula sekaligus kursi-kursi layaknya sebuah resepsi pernikahan," ujarnya.(dri)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template