Nekat Terobos Penjaga Pintu Masjidil Haram - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Nekat Terobos Penjaga Pintu Masjidil Haram

Nekat Terobos Penjaga Pintu Masjidil Haram

Written By Mang Raka on Kamis, 09 Juni 2016 | 17.42.00

Bertemu Ridwan Kamil di Depan Kabah

Setiap orang yang berangkat ke Mekkah dan Madinah untuk menjalankan ibadah haji atau umroh, selalu ada cerita tersendiri bagi orang yang menjalankannya. Kali ini Radar Karawang mengulas perjalanan umroh seorang pemuda asal Krajan Selatan RT 10/05 Karyasari, Kecamatan Rengasdengklok, Hendra Suhanda.
Dia berbagi pengalaman saat menjalankan ibadah umroh yang dilakukan pada awal bulan Januari/Robiustani lalu. Selama dua pekan dia di Mekkah dan Madinah menjalankan ibadah umroh pertamanya sangat berkesan. Pasalnya dia berangkat umroh sendirian alias tidak bersama keluarga. Meski sebenarnya bersama jemaah lain. Tetapi saat menjalankan ibadah, dia mengaku lebih nyaman menjalankan ibadah sendiri karena bisa lebih khusyu. Ada rasa yang tidak bisa disampaikan dengan kata-kata saat memasuki tanah harom. Pasalnya kata Hendra, semua umat muslim yang gagahnya seperti apapun, dipastikan menangis saat melihat Kakbah secara langsung. Hal itu dikarenakan semua manusia (umat muslim) akan merasakan betapa besarnya dosa yang sudah dilakukan, dan harus bisa meningkatkan ibadahnya sebaik mungkin saat ada di tanah harom. Ia melihat semua umat muslim baik tua-muda, besar-kecil, hitam-putih, jelas memiliki status yang sama. Tidak ada yang dominan, tidak ada yang lebih mulia. Semuanya merupakan hamba Allah yang berlomba-lomba untuk bisa mendapat ridho Allah. "Jadi apa yang disampaikan kiai bahwa semua manusia sama dihadapan Allah, yang membedakannya hanyalah keimanan dan ketakwaan sangat nampak saat ada disana. Semuanya memakai pakaian ihrom (kain putih)," ujar Suhanda kepada Radar Karawang.
Yang paling sangat berkesan bagi dirinya adalah, saat akan menjalankan salat fardu di Mekkah. Semua jemaah umroh berlomba-lomba bisa salat di posisi paling depan. Di dalam Masjidil Haram.  Bahkan minimalnya 30 menit sebelum salat dimulai, gerbang dalam Masjidil Haram dipastikan sudah ditutup dengan penjagaan yang cukup ketat. Saat kondisi itu terjadi, maka semua orang berupaya bagaimana caranya bisa masuk ke dalam, dan bisa menjalankan ibadah secara tenang dan khusyu. "Ya pokoknya saya berupaya bagaimana caranya supaya bisa masuk ke dalam. Harus menerobos paksa penjaga yang badannya besar-besar itu," ucapnya.
Meski membutuhkan perjuangan yang hebat, tetapi semua jemaah terlihat khusyu dalam menjalankan ibadah. Gontok-gontokan dengan para penjaga gerbang, langsung hilang rasa capeknya setelah bisa masuk ke dalam.  "Kalo sudah di dalam, semuanya jadi lupa. Capek, kesal dan lain sebagainya. Yang diingat hanya dosa yang besar. Makanya harus memohon ampunan kepada Allah secara khusyu," ucapnya.
Saat menjalankan ibadah umroh, dia juga mengaku tidak disangka bisa ketemu Wali Kota Bandung Ridwan Kamil alias Kang Emil yang merupakan wali kota favoritnya. Pasalnya kerja-kerja nyata yang dilakukan Emil cukup menggugah hati masyarakat, bahwa setiap pemimpin harus bisa memberikan kenyamanan dan kesejahteraan bagi rakyatnya. "Saya juga ketemu Kang Emil. Ya itu mah kebetulan aja. Padahal bukan satu jemaahkan," ujar Suhanda menutup obrolan.(zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template