Musim Tanam di Mekarbuana Dipercepat - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Musim Tanam di Mekarbuana Dipercepat

Musim Tanam di Mekarbuana Dipercepat

Written By Mang Raka on Sabtu, 18 Juni 2016 | 13.30.00

TEGALWARU, RAKA - Percepatan tanam pohon produktif dan lahan pertanian perbukitan di beberapa wilayah termasuk ekowisata Hutan Calincing diusulkan agar secepatnya digarap agar kondisi hutan tidak mudah mengalami kekeringan dan kesulitan air.

Hal itu diungkapkan petani ketika memulai musim tanam ke dua. Perubahaan alam yang tidak menentu sering dikemukakan antar para petani ketika melihat perubahan angin.
Mereka meyakini saat ini sudah dekat dengan peralihan musim dari hujan ke kemarau yang ditandai oleh besarnya angin dan perubahan waktu hujan dari siang hari sekarang lebih didominasi dengan hujan turun di malam hari.
Kondisi tersebut yang membuat petani ngebut untuk melakukan penanaman. "Perubahan cuaca tengah terjadi dan akan terjadi di awal bulan Mei. Maka percepatan tanam pun di kejar biar diakhir April 2016 nanti selesai," papar H.Abas, petani asal Kampung Cipeuteuy, Desa Mekarbuana, kemarin (17/6).
Hal senada diungkapkan Jaja (60) juga petani setempat, patokan yang sering dibaca tentang perubahan alam (petani biasa menggunakan teknik ini membaca alam sebagai tolak ukur waktu tanam), hingga jarang menggunakan alat profesional dan hanya berpatokan dengan kencang angin dan perubahan waktu hujan yang kini sudah di mulai pada malam hari. "Dan sekarang sudah jalan empat minggu yang terjadi hujan nya dan biasanya saya dan para petani menggunakan alam sebagai patokannya, makanya kami semua mengebut pekerjaan menanamnya," ucapnya.
Hal itu dikatakan sama oleh petugas lapangan pertanian, Didi (30). Jka dilihat dari kondisi alam dengan berpatokan kepada Badan Metreologi dan Klimatologi Geo Fisika (BMKG), intensitas hujan masih aman dan bisa diandalkan hingga bulan Juni mendatang. "Sepertinya disaat ini intensitas hujan masih aman dan masih bisa berlangsung di musim sekarang. Malah saat ini yang perlu dikhawatir intensitasnya yang tinggi membuat bibit padi terendam air," tandasnya. (yfn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template