Muhamad, Mekanik Cilik Jago Perbaiki Kompor Gas - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Muhamad, Mekanik Cilik Jago Perbaiki Kompor Gas

Muhamad, Mekanik Cilik Jago Perbaiki Kompor Gas

Written By Mang Raka on Selasa, 14 Juni 2016 | 12.00.00

CIKAMPEK, RAKA - Ada sesuatu yang luar biasa dimiliki oleh bocah bernama lengkap Muhamad Difa Pratama Gumayli. Di usianya yang baru 8 tahun, sudah ahli memperbaiki alat-alat elektronik hingga kompor gas.
Bocah yang saat ini masih duduk di bangku SD kelas II itu memiliki keahlian khusus sebagai mekanik, karena meniru jejak bapaknya yang juga sebagai mekanik barang-barang elektronik termasuk kompor gas. Sejak kecil, bocah yang tergolong cerdas ini selalu ikut saat bapaknya dipanggil memperbaiki barang-barang elektronik, di sekitar Karawang dan Purwakarta. Bahkan diam-diam anak itu memahami apa yang dilakukan oleh bapaknya. "Dari kelas I sudah bisa servis kompor gas. Alhamdulillah, kemampuannya cukup baik padahal masih anak-anak," ujar Mardiantoro Humayli, orangtua Muhamad kepada Radar Karawang di rumahnya,
Perum BMI II, Blok C7 47, Dawuan Barat, Kecamatan Cikampek, Senin (13/6).
Mardiantoro mengaku untuk meghidupi keluarga hanya mengandalkan dari keahliannya di bidang mekanik elektronik. Bahkan secara perlahan dia memberikan materi sakaligus praktek kepada Muhamad, agar memiliki kemampuan memperbaiki barang-barang elektronik dan kompor gas. Ternyata apa yang dilakukannya direspon secara cepat oleh anak pertamanya itu. Ia mampu membetulkan kompor gas yang rusak. Seperti contoh kasus kalau api kompor kecil, api merah, bocor halus dan kampor dalam keadaan benar-benar mati. "Kalau kompor gaskan beda-beda yah. Muhamad bisa memperbaiki kompor gas sekitar 6 merek," jelasnya.
Dengan kondisi yang serba kekurangan, Mardiantoro tetap bekerja keras untuk mengidupi keluarga dan anak-anaknya. Dan yang cukup memprihatinkan, akhir bulan Mei lalu, istri tercintanya Fatihah meninggal dunia sehingga dia harus mengurus kedua anaknya sendirian. "Sekarang saya ngurus sendiri. Saya punya dua anak, Muhamad anak pertama dan anak kedua saya Fitri Nurgumayasari (tahun ini masuk SD)," ujarnya.
Sementara mekanik kecil, Muhamad, mengaku senang bisa memiliki keahlian membetulkan kompor gas yang rusak. Karena dia bisa membantu orangtuanya bekerja. Bahkan saat ada kompor gas milik pelanggan yang antre untuk diperbaiki, dia ikut memperbaiki. "Awalnya susah sih. Tapi sekarang mah gak susah. Bisa betulin kompor gas yang rusak," ujar Muhamad dengan suara lantang seperti orang dewasa saat berbicara.
Tekadnya yang masih kecil itu cukup mencengangkan, dengan kehidupan yang penuh keprihatinan, dia ingin membantu perekonomian keluarga. Meski demikian, keahliannya di bidang mekanik, tidak membuat dia ketinggalan dalam pelajaran-pelajaran sekolah. Karena setiap pulang sekolah, terlebih dahulu orangtuanya membiasakan mengulang pelajaran sekolahnya. Baru kemudian menyantap kompor gas rusak milik konsumen, atau ikut dengan bapaknya memperbaiki saat ada panggilan dari konsumen. "Saya belajar ke bapak, jadi tahu rusaknya karena api merah, api kecil, mati, bocor halus," jelasnya.
Pantauan Radar Karawang, kondisi tempat tinggal keluarga Mardiantoro itu cukup memprihatinkan, dengan tinggal di perumahan bersubsidi. Dia harus membayar kredit rumah secara rutin dalam tiap bulannya sekitar Rp 700.000.
Hal itu membuat keluarga mereka hanya cukup untuk bertahan hidup, karena angsuran rumah selama 15 tahun itu baru sekitar 6 tahun dibayarkan. Bahkan rumahnya belum direhab sama sekali dari sejak ditempati. Kemudian konsumen yang biasa servis juga tidak tiap hari ada. (zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template