Monumen Kebulatan Tekad Butuh Tempat Sampah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Monumen Kebulatan Tekad Butuh Tempat Sampah

Monumen Kebulatan Tekad Butuh Tempat Sampah

Written By Mang Raka on Jumat, 24 Juni 2016 | 12.00.00

RENGASDENGKLOK, RAKA - Pengurus Monumen Tugu Kebulatan Tekad Rengasdengklok meminta agar Pemkab Karawang membangun pos penjagaan di depan pintu masuk monumen bersejarah ini. Selain itu, tempat sampah juga perlu diadakan di tempat ini.
Idris (73) pengurus Monumen Kebulatan Tekad menuturkan, tugu ini telah dibangun sejak 1950 lalu. Monumen ini, dihiasi dengan teks proklamasi di dinding bagian depan. Monumen Kebulatan Rengasdengklok berupa sebuah tugu dengan Teks Proklamasi pada dinding depannya. Di atasnya terdapat bola bertulis 17 Aug 1945 yang menjadi landasan tangan mengepal lambang bulatnya tekad. Di sekeliling tugu ada tugu bintang dan tugu bendera merah putih. Bagian belakang tugu ada dinding beton dengan relief yang menggambarkan peristiwa proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, termasuk tentang penculikan Soekarno ke Rengasdengklok. "Tugu ini dibangun pada tahun 1950 dengan total pembangunan Rp 17.500, pada zaman dulu," kata Idris, saat ditemui RAKA.
Meski sudah lama dibangun, lanjutnya, namun masih ada kekurangan fasilitas. "Seharusnya di pintu masuk dibuat pos penjagaan, jadi disaat hujan saya yang menjaganya tidak neduh di warung," ujarnya.
Idris yang merupakan generasi ke-4 merawat Monumen Kebulatan Tekad, mengeluhkan minimnya perhatian pemerintah terhadapnya. "Saya sudah 8 tahun mengurus disini, tapi masih saja saya jadi buruh honorer dan fasilitaspun gak ada. Terkadang saya sering diganggu dengan yang gaib-gaib disini, karena masih ada pohon cemara disebelah tugu," paparnya.
Dia berharap, ada perhatian pemerintah untuk merawat tugu ini. "Terkadang mesin pemotong rumput rusak, saya yang ngebenerinnya pakai uang yang disumbangkan dari pengunjung monumen. Saya berharap, monumen ini diperhatikan oleh pemerintah dan pemda setempat agar lebih bagus lagi keadaannya," ujarnya.
Salah seorang pengunjung Monumen Kebulatan Tekad, Nina (18), mengaku bangga dengan peninggalan sejarah Rengasdengklok. "Saya bangga dengan Karawang, banyak peninggalan sejarahnya," ujarnya.
Meski masih ada kekurangan, namun tetap saja banyak yang mengunjungi monumen tersebut. "Harusnya disini sediakan pos saat pintu masuk dan tempat sampah disekitar sini, biar gak ada lagi yang buang sampah sembarangan. Padahal inikan harusnya menjadi kebanggaan masyarakat Karawang," pungkasnya. (fah)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template