Masih Tinggi Tingkat Kerusakan Hutan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Masih Tinggi Tingkat Kerusakan Hutan

Masih Tinggi Tingkat Kerusakan Hutan

Written By Mang Raka on Selasa, 21 Juni 2016 | 13.00.00

PANGKALAN, RAKA - Perlu perhatian serius pemerintah daerah melalui instansi terkait untuk bersikap tegas terhadap para perusak hutan. Hutan bukan saja berfungsi sebagai wahana rekreasi dan pendidikan tetapi juga banyak habitat satwa didalamnya yang harus dilestarikan.

Hal itu diungkapkan pemerhati lingkungan Karawang Selatan, Enim, baru-baru ini, melalui surat elektroniknya. Tidak hanya sebatas itu, lanjut Enim, sederet penyebab kerusakan hutan dan menurunnya luas kawasan hutan, dapat dikurangi dengan meningkatkan peran serta masyarakat yang lebih nyata, dan mengurangi tekanan kepada hutan dengan menekan kebutuhan atau konsumsi masyarakat. Enim sendiri menilai, hingga saat ini belum ada tindakan serius yang dilakukan pemerintah-pemerintah daerah terkait terhadap alih fungsi lahan di kawasan pegunungan Sanggabuana. "Kerusakan parah yang terjadi di puncak pegunungan itu seperti dibiarkan. Padahal areal gunung tersebut merupakan hutan konservasi yang kelestariannya harus dilindungi," katanya.
Hal senada juga diungkapkan aktivis lingkungan yang tergabung dalam organisasi pecinta lingkungan Oepas Korak, Ahmad. Kerusakan yang terjadi disekitar pegunungan Sanggabuana mestinya juga tanggung jawab tiga Kesatuan Pemangku Hutan (KPH). Yakni KPH Purwakarta, KPH Bogor dan KPH Cianjur, ternyata tidak membuat puncak gunung Sanggabuana terjaga baik, bahkan terkesan ditelantarkan.
"Kelestarian gunung tersebut sangat diandalkan untuk mencukupi kebutuhan hidup masyarakat yang tinggal di kaki gunung seperti masyarakat Kampung Jayanti, Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru. Seperti diketahui, efek kerusakan hutan Gunung Sanggabuana mulai dirasakan masyarakat sekitar kawasan hutan. Bukan hanya longsor, saat ini beberapa sungai mulai kering. Akibatnya, masyarakat sudah tidak bisa melihat dan memanfaatkan air Sungai Cibalisuk.
Tingkat alih fungsi lahan di kawasan Gunung Sanggabuana semakin tinggi. Setelah temuan hamparan tanaman kopi dan pohon sengon yang cukup luas, baru-baru ini ditemukan pula areal seperti kebun cengkeh. Selain itu dikawasan puncaknya ternyata sebagian sudah berubah menjadi areal pemukiman dan warung. “Jika kondisi puncak Gunung Sanggabuana terus dibiarkan tanpa ada tindakan dari petugas dan instansi terkait, lama-lama Gunung Sanggabuana akan menjadi perkebunan. Padahal mestinya kawasan gunung itu merupakan hutan dan rimba belantara," katanya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template