Mak Ilem Pembantu Rumah Tangga Naik Haji - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Mak Ilem Pembantu Rumah Tangga Naik Haji

Mak Ilem Pembantu Rumah Tangga Naik Haji

Written By Mang Raka on Senin, 13 Juni 2016 | 21.38.00

Setelah 15 Tahun Berdoa, Akhirnya Bisa ke Mekkah

TEGALWARU, RAKA - Hidup serba pas-pasan, dengan latar belakang ekonomi keluarga yang biasa saja, bagi Ilem (74) pergi ke tanah suci Mekkah adalah hal mustahil.
Tapi Tuhan berkata lain. Saat warga Tegalwaru itu bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Pancoran, Jakarta Selatan, tepatnya tahun 1984, Ilem akhirnya bisa berhaji. Doa yang setiap hari dipanjatkannya dijawab. Majikannya memberi tiket berangkat ke Mekkah, sebagai imbalan kerja kerasnya selama 15 tahun. "Waktu itu saya berkali-kali menanyakan pada pak Muhamad Irsyad (majikannya), apakah benar ini terjadi," katanya kepada Radar Karawang, Minggu (12/6) kemarin.
Sesampainnya di tanah suci, Ilem mengaku tidak henti-hentinya menangis di depan Kabah. Ia tidak percaya berada di tempat yang sangat diidam-idamkan umat Islam di seluruh dunia. Dalam hati dia bergumam, jika doa yang dipanjatkannya setiap hari selepas salat dan membaca Alquran selama 15 tahun, ternyata dikabul Allah SWT. "Pengalaman itu membuat berkah bagi saya hingga menjadi hajah. Hanya saya ke Mekkah tidak bersama suami, karena beliau sudah berpulang meninggalkan saya," ujarnya.
Ilem yang kini mengalami kelumpuhan sejak lima tahun yang lalu, mengatakan selama berhaji diberi kelancaran. Padahal, saat itu dia sama sekali tidak bisa membaca. "Bahkan saat tawaf saya banyak dibantu oleh para jemaah yang enggak tau dari mana asal mereka. Yang saya tahu mereka tinggi-tinggi dan tegap," katanya.
Pengalaman selama berhaji, kata Ilem membuatnya terus merasa bersyukur. Sekarang yang bisa dilakukannya hanya berdoa, karena sudah tua dan diserang penyakit pengapuran pada tulang dengkul. "Saya sekarang lumpuh. Namun saya sampai sekarang pun bahagia," tuturnya.
Hal itu dibenarkan oleh cucunya, Ismawati (31). Neneknya sekarang hanya bisa duduk saja di depan rumah, sambil sesekali membaca Alquran, berdoa, dan berzikir.  "Semua anaknya ada dua orang dan 5 cucu. Sekarang beliau hanya bisa istirahat saja di rumah, sambik ngaji dan salat. Ya Alhamdulillah walaupun tadinya nenek saya hanya menjadi pembantu, tapi ternyata membawa berkah hingga menjadi hajah," ujarnya. (yfn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template