Lumbung Padi, Karawang Sudah Tergeser Indramayu - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Lumbung Padi, Karawang Sudah Tergeser Indramayu

Lumbung Padi, Karawang Sudah Tergeser Indramayu

Written By Mang Raka on Jumat, 03 Juni 2016 | 19.24.00

KARAWANG, RAKA - Jawa Barat menjadi wilayah investasi terbesar di Indonesia. Tidak tanggung-tanggung 60 persen dari total investor mengincar provinsi yang berbatasan langsung dengan ibu kota negara ini. Sayangnya, tingginya investasi sangat berpotensi menyusutkan lahan pertanian.
"Contoh Karawang yang awalnya penghasil gabah tertinggi, tetapi saat ini kalah oleh Indramayu. Dua-duanya penting, tetapi kita harus pikirkan bagaiman inovasi melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian untuk meningkatkan produksi," kata Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar di sela-sela peringatan Hari Krida ke-44 di Kampung Budaya, Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang, Kamis (2/6).
Dia juga meminta, setiap daerah di Jawa Barat melakukan validasi data pertanian. Karena dalam beberapa kasus, kerap kali kebijakan pemerintah tidak tepat sasaran akibat tidak akuratnya data yang ada.
Pemeran Naga Bonar itu lantas mencontohkan ketidakakuratan data pertanian di Kabupaten Indramayu yang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung padi di Jawa Barat, namun juga penerima raskin terbesar. Menurutnya, kebijakan seperti ini bisa terjadi karena data yang diambilnya tidak akurat. "Kan lucu, kalau penghasil padi terbanyak di Indonesia tetapi juga penerima raskin terbanyak. Tentu permasalahan kesejahteraan ini penting, untuk mengukurnya perlu data yang akurat bagaimana keadaan pertanian, stok pangan dan ekonomi. Jangan sampai data-data ini hanya dipermainkan oleh spekulan. Tolong diskusikan itu, dan kita bareng-bareng perangi," ucapnya.
Kata Deddy, kini Jawa Barat menjadi penyumbang beras 12 juta ton atau 17 persen dari produksi nasional. Sementara kebutuhan 46 juta warga Jawa Barat hanya 4,6 juta ton beras per tahun. "Berarti sisanya masih bisa membantu daerah lain, tetapi masalahnya beras tersebut larinya ke mana. Sehinga validasi data ini sangat penting untuk mengetahui permasalahan," terangnya.
Deddy juga meminta, program-program inovasi pertanian guna menjauhkan Indonesia dari rawan pangan. "Jangan sampai kita peternak ayam tidak mampu makan ayam, kita petambak ikan tidak mampu makan ikan," terangnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kehutanan Perkebunan dan Peternakan Karawang Kadarisman menyebutkan, pihaknya berencana membuat branding beras asli Karawang. "Saya sudah koordinasi dengan bupati dan wakil bupati untuk membuat branding beras."
Diakuinya, terkadang beras Karawang dibawa ke luar daerah tanpa kabar. "Misalnya daerah Cianjur butuh beras pandanwangi, tapi karena di sana produksinya sedikit, maka mereka mencari langsung ke petani dan penggiling beras di Karawang," tuturnya.
Untuk itu, pihaknya berencana akan membuat aturan branding Karawang melalui pemasangan karung berlogo Karawang. "Nanti setiap penggilingan harus menyediakan karung-karung berlogo asli Karawang, sehingga pendataan akan mudah," ujarnya.
Karena itu, beras Karawang juga harus dijaga kualitasnya. "Nanti ada MoU dengan penggilingan, jangan sampai mereka memasukkan beras tanpa kualitas," pungkasnya.
Tentang pelaksanaan Hari Krida Pertanian, Wagub Deddy Mizwar menyebutkan, seharusnya menjadi momentum untuk menyelesaikan permasalahan kesejahteraan petani dan nelayan. "Hari Krida bukan merupakan ajang hura-hura, tetapi harus menjadi komunikasi dan diskusi petani dan nelayan lintas daerah untuk menciptakan inovasi dalam mengatasi permasalahan di daerahnya masing-masing," kata Deddy. (ops)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. naga bonar (dedi mizwar) kamu bisa apa?! pilkada gubernur dan wagub jabar yg akan datang saya jamin 1 juta persen kamu tidak akan terpilih lagi !!

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template