Limbah B3 Dibuang ke Sungai Citarum - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Limbah B3 Dibuang ke Sungai Citarum

Limbah B3 Dibuang ke Sungai Citarum

Written By Mang Raka on Senin, 13 Juni 2016 | 14.30.00

*Warga Minta BPLH Selidiki Warna Air Merah Pekat

KLARI, RAKA - PT M Class dan PT Kalbe Wings dituding melakukan pencemaran lingkungan. Perusahaan yang beroperasi di Desa Walahar, Kecamatan Klari itu membuang limbah cairnya melalui saluran air menuju sungai citarum hingga membuat warna air menjadi pekat kemerahan. Warga mendesak Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) melakukan penyelidikan terkait limbah itu.

"BPLH Karawang harus melakukan penyelidikan terhadap lingkungan yang tercemari limbah cair B3 yang dibuang milik PT M Class dan Kalbe Wings. Masyarakat saat ini resah dan khawatir limbah cair ini akan memberikan dampak buruk terhadap kesehatan," ucap anggota Komunitas Pejuang Lingkungan Indonesia (KPLI) Karawang, Hasan Mukmin, kepada RAKA ketika ditemui di kediamannya, Minggu (12/6).
Selain itu, berdasarkan pantauannya dilapangan, masyarakat di sekitar saluran irigasi yang terkontaminasi limbah B3, secara otomatis terkontaminasi oleh dampak lingkungan akibat limbah cair B3. Limbah B3 yang dibuang melalui saluran air berupa busa putih yang menimbulkan aroma tidak sedap dan kwantitasnya sangat tebal serta tersebar merata. "Kami menginginkan BPLHD Karawang menegakkan undang-undang lingkungan hidup. Banyak kasus pencemaran lingkungan tidak ada tindak lanjut pada kasus itu sudah ada di BPLHD Provinsi Jawa Barat," katanya
Lebih lanjut, Hasan menambahkan, PT M Class bergerak dibidang industri genteng sedangkan Kalbe Wings memproduksi makanan, yang diduga telah melakukan pencemaran lingkungan dengan cara melakukan pembuangan limbah cair melalui saluran air ke sungai Citarum. Lokasi pembuangan limbah cair di Desa Walahar, dekat dengan kawasan wisata Bendungan Walahar sekitar 100 meter. "Kita juga akan melaporkan kepada Bupati Karawang agar segera menghentikan kegiatan kedua perusahaan tersebut. Apalagi Kalbe Wings merupakan perusahaan baru, dimana segala perizinannnya melalui Bupati Karawang dahulu,”  katanya.
Tidak hanya itu, lanjut dia, pihak perusahaan yang terbukti melakukan pencemaran lingkungan dapat dijerat undang-undang lingkungan hidup nomor 32 tahun 2019, sehingga menimbulkan efek jera kepada perusahaan serta menjaga kebersihan lingkungan. Dalam undang-undang tersebut, seorang atau perusahaan yang melakukan pencemaran dampak lingkungan (dumping) akan dikenakan denda maksimal sebesar Rp 3 miliar atau penjara maksimal 3 tahun. “Selaku perwakilan masyarakat saya mengharapkan BPLH Karawang harus menegakan peraturan dengan tegas, karena pencemaran lingkungan di Kecamatan Klari, belum ada klarifikasi terkait laboratoriun dari BPLH Jawa Barat," tuturnya.
Sementara itu, hal senada diungkapkan Aceng, anggota Komisi Nasional Penyelamat Aset Negara (Komnaspan) wilayah dua Jawa Barat, dampak lingkungan yang terkena langsung kepada masyarakat dimulai dari rusaknya ekosistem, kesehatan masyarakat, serta lainnya. Pihak perusahaan harus membersihkan lingkungan yang terkena dampak pencemaran lingkungan dengan pembersihan (clean up), serta mekanisme pembersihan lingkungan lainnya. Selain itu, pemerintah harus melakukan sosialiasi serta dampak akibat pencemaran lingkungan, sehingga masyarakat paham akibat dampak lingkungan dari limbah B3. "Kami menginginkan pemkab Karawang dapat melakukan pencegahan pencemaran lingkungan dengan mewajibkan semua pihak perusahaan mempunyai WWTP, IPAL serta melakukan pengawasan dengan ketat," pungkasnya. (ian)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template