Lahan Pertanian di Perkotaan Terdegradasi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Lahan Pertanian di Perkotaan Terdegradasi

Lahan Pertanian di Perkotaan Terdegradasi

Written By Mang Raka on Rabu, 22 Juni 2016 | 13.30.00

KARAWANG, RAKA - Krisis ekonomi berkepanjangan menjelang dekade tahun 2000-an, mendorong masyarakat untuk beralih profesi guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Saat itulah muncul berbagai bentuk usaha yang memperlihatkan indikasi dan kecenderungan untuk menguasai sumberdaya lahan.

Sejak zaman kolonial Belanda Karawang merupakan lumbung padi baik di tingkal nasional bahkan Asia Tenggara. Beralih fungsinya lahan basah (sawah) untuk memenuhi kebutuhan lahan kawasan industri, menyebabkan terganggu keseimbangan Lingkungan. Hal tersebut terjadi karena berbagai bentuk cemaran udara yang bersumber dari industri dan secara berangsur-angsur akan menyebabkan terdegradasinya kenyamanan lingkungan.
Hal itu diungkapkan pemerhati lingkungan, Tarsoen Waryono, melalui surat elektroniknya, belum lama ini. "Salah satu sebab utama terdegradasinya lingkungan fisik kritis perkotaan di Kabupaten Karawang, selain disebabkan oleh semakin meluas dan tumbuh berkembangnya permukiman tidak teratur, sebagai akibat didorongnya kebutuhan ruang dan tanah, serta mahalnya harga tanah, juga akibat rendahnya rata-rata pendapatan masyarakat, serta semakin kurang pedulinya masyarakat industri terhadap pencemaran lingkungan," ucapnya.
Walaupun kualitas lingkungan hidup Kabupaten Karawang dinilai belum optimal, lanjut Tarsoen, namun sebenarnya masih dapat diatasi dengan cara mengembangkan pola dan kebijakan yang lebih mengarah dan berindikasi terhadap pembangunan yang berwawasan lingkungan. Hal tersebut mengingat, pertama, pembangunan berwawasan lingkungan merupakan pemikiran jangka panjang yang bermuara pada pembinaan masyarakat secara utuh berdasarkan falsafah hidup Pancasila dengan ciri-ciri keselarasan, hubungan antara manusia dengan Tuhannya, hubungan antara manusia dengan masyarakat, dan hubungan antara manusia dengan alam lingkungannya. Jangkauan rencana pembangunan jangka panjang (RPJP) Kabupaten Karawang, seyogianya  lebih menititik beratkan terhadap pemanfaatan dan pengembangan potensi sumberdaya alam yang dapat diperbarui.
"Penggalian potensi sumberdaya alam berbasis ekowisata seperti potensi Gunung Sangga Buana dengan beberapa Curug (air terjun), rehabilitasi sebagian lahan-lahan hutan (Perum Perhutani) menjadi Hutan Raya, Taman Kahati, dan kawasan konservasi batuan karst, pada dasarnya merupakan potensi sumberdaya alam, selain dapat dimanfaatkan sebagai wahana penyeimbang  lingkungan, juga meruapakan daerah tujuan wisata. Kedua, sebagai kelanjutan dari jangkauan pembangunan jangka panjang yang dijabarkan dan diimplementasikan dalam rencana pembangunan jangka menengah (RPJM), mendudukan posisi penting bagi generasi mendatang," tandasnya.
Untuk itu, pelaksanaan pembangunan generasi sekarang hendaknya dilakukan secara arif dan bijaksana, hingga akan tercipta pemenuhan kebutuhan untuk mengembangkan orientasi pembangunan yang bersifat lintas-angkatan, dengan mengkaitkan generasi masa kini dan generasi masa datang, serta terjelmanya hubungan solidaritas antar generasi. (ari)

Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. banyaknya penyimpangan batuan sarana pertanian yg tidak tepat sasaran,mohon di investigasi dan di kupas tuntas
    demi pertanian karawang yang semakin terkikis

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template