Korban Pelecehan Seksual Harus Tetap Sekolah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Korban Pelecehan Seksual Harus Tetap Sekolah

Korban Pelecehan Seksual Harus Tetap Sekolah

Written By Mang Raka on Sabtu, 04 Juni 2016 | 14.30.00

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Kasus kakek bandar togel yang menyetubuhi WN bocah SD dengan keterbelakangan mental di Tempuran mengundang keprihatinan banyak kalangan.
Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikpora Karawang, Cecep Mulyawan menuturkan apa yang menimpa WN menjadi catatan bagi semua sekolah di Karawang untuk mengawasi perkembangan anak. Utamanya, perihal pendidikan budi pekerti. Pengawasan ini menjadi tanggungjawab 3 pihak, yakni sekolah, masyarakat dan keluarga.
Anak-anak yang tengah mengenyam pendidikan, bukan saja dijaga di sekolah, tetapi juga mendapat perlindungan keluarga dan masyarakat saat mereka berada di luar. Atas kejadian yang menimpa WN di Tempuran, ia harapkan agar korban ditangani guru khusus. Jika mentalnya frustasi bisa diberikan pendampingan psikologi,
Ia juga berharap, korban pelecehan seksual ini tidak putus sekolah dan tetap melanjutkan pendidikan walaupun harus menempuh pendidikan non formal seperti paket C. "Kita prihatin  kami berharap korban pelecehan seksual ini tidak putus sekolah, harus terus melanjutkan," ungkap dia.
Mantan Kabid Holkikultura Dinas Pertanian ini mengaku pola pendidikan di sekolah dengan didikan keluarga dan masyarakat jelas berbeda. Sekolah fokus pada pengembangan kualitas intelektual dan sikap. Sedangkan masyarakat dan keluarga berperan mengawasi pergaulan sang anak. Sebab tak jarag pelecehan seksual itu justru dilakukan oleh orang-orang terdekat. "Kalau trimitra pendidikan ini dominan, insya Allah pengawasan bisa lebih intensif," tandas dia.
Lebih jauh ia berharap, siapapun pelaku yang tega menjadi predator seks bagi anak-anak dibawah umur, harus diganjar hukuman sesuai UU yang sudah diatur saat ini. Bagi korban pun demikian, harua ada upaya preventif guna melindungi lewat UU perlindungan anak. Agar kelak mereka bisa kembali normal menjalani aktivitas sehari-hari. "UU perlindungan anak diatur didalamnya. Saya percayakan sanksi itu ada untuk mengganjar para pelaku demikian," tandas dia. (rud)
Berbagi Artikel :

2 komentar:

  1. Tak cukup dikeberi putusin saja tititnya

    BalasHapus
  2. Tak cukup dikeberi putusin saja tititnya

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template