Komoditas Pisang Naik Harga - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Komoditas Pisang Naik Harga

Komoditas Pisang Naik Harga

Written By Mang Raka on Rabu, 08 Juni 2016 | 14.30.00

-Banyak Permintaan untuk Kolak

CILAMAYA KULON, RAKA - Kolak memang menjadi andalan takjil buka puasa. Tingginya konsumsi kolak, ikut menaiknya harga pisang di pasaran sebagai bahan utama membuat kolak. Meski mahal, beberapa varian pisang masih tetap diburu di bulan Ramadan karena mendatangkan keuntungan bagi pedagang warungan, baik dalam pembelian kilogram maupun persisir.
Salah seorang pedagang pisang di Cilamaya Kulon Hasan mengatakan, sejak awal Ramadhan, permintaan pisang melonjak 20 persen hingga harga pisang pun ikut naik. Diantaranya ialah pisang gepeng naik dari Rp 10 ribu menjadi Rp 14 ribu per sisir dan pisang Ambon dari Rp 8 ribu menjadi Rp 12 ribu. Melonjaknya permintaan dan harga pisang tersebut, diakui Hasan, karena banyaknya kebutuhan untuk bahan baku membuat makanan khas saat ini, yaitu kolak.
Jenis pisang lainnya yang naik dalam bentuk kilogram diantaranya pisang Siem naik dari Rp 2,5 ribu menjadi Rp 3-5 ribu per kilogramnya. Pisang ambon naik dari Rp 3 ribu menjadi Rp 5 ribu perkilogramnya. Pisang Kapas saja yang biasanya hanya Rp 3,5 ribu menjadi Rp 8 ribuan perkilogramnya. Namun meskipun mahal sebut Hasan justru laris manis, karena bahan utama pembuat kolak ini memang diburu pedagang warungan. "Sebelum puasa sudah naik, nah sekarang gak turun-turun, mungkin karena permintaan tinggi," tandas dia.
Konsumen pisang asal Cilamaya Wetan, Darmi (50) mengatakan dirinya menyesalkan kenaikan harga pisang yang begitu tinggi. Meskipun dimaklumi karena banyaknya permintaan tapi ia berharap H+3 puasa harga pisang kembali normal. Bayangkan saja tambah Darmi, pisang Nangka yang biasanya digunakan bahan kolek sebelum puasa harganya Rp 2-3 ribuan perkilogramnya, sekarang sampai Rp 5-7 ribuan. Pun demikian halnya dengan pisang tanduk, harganya saat ini mencapai  Rp 8-9 ribuan dari sebelumnya Rp 5 ribu perkilogramnya. "Masaknya juga pake gas lama kang, sekarang pisang mahal, gulanya juga mahal, masa dagang kolak mau murah," tukas dia. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template