Ketika Sekcam Purwasari Menunaikan Ibadah Haji - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ketika Sekcam Purwasari Menunaikan Ibadah Haji

Ketika Sekcam Purwasari Menunaikan Ibadah Haji

Written By Mang Raka on Jumat, 10 Juni 2016 | 21.06.00

Buruk Sangka, Langsung Dapat Ganjaran

“Dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis).”
Penggalan surat Al Kahfi ayat 49 yang memotivasi untuk beramal baik walau sedikit. Begitu pula menunjukkan ancaman bagi yang beramal jelek walau itu kecil, langsung dibayar kontan di tanah suci Mekkah.
Seperti yang dialami Sekretaris Kecamatan Purwasari Ade Erman ketika berhaji bersama istrinya dua belas tahun lalu. Ada dua kejadian yang tidak pernah dilupakannya hingga saat ini. Yang pertama saat dirinya memarahi sang istri sebelum salat di Masjidil Haram. Waktu itu, istrinya terus mengingatkan Ade agar setelah salat kembali bertemu di pintu masuk nomor 74. Karena kesal terus diingatkan, tanpa sadar Ade memarahi sang istri. “Saya bentak istri saya, eh langsung seketika besoknya (ada balasan). Seharian saya nyari istri saya tidak ketemu,” katanya kepada Radar Karawang.
Cemas karena tidak bertemu dengan istri, Ade akhirnya istigfar berkali-kali. Anehnya, setelah dia sadar apa yang dilakukannya tidak baik, sang istri yang dicarinya ternyata berada tidak jauh dari tempat Ade berdiri. "Tanpa menunggu lama, di sana langsung merasakan apa yang saya lakukan," ungkapnya.
Kejadian kedua, kata Ade adalah soal alas kaki yang dipakainya. Ketika itu ada seorang calon haji yang juga satu rombongan dengannya, tidak menggunakan sandal. Terbesit dalam pikirannya, jika orang tersebut akan meminjam sandal yang dipakai Ade. "Saya langsung membisik ke istri, jangan dikasihkan karena tinggal satu pasang lagi,” ucapnya.
Menjelang salat Zuhur, sandal yang dipakainya dilepas, lalu disimpannya di tempat yang dianggap paling aman. Di tempat penitipan sandal. Anehnya, usai salat Zuhur sandal yang dititipkan itu justru hilang. Berbeda dengan alas kaki yang dibiarkan berserakan di pintu Masjidil Haram. Tak satupun dari rombongannya yang kehilangan sandal. “Mungkin karena saya terlalu pelit. Tapi bukan pelit, cuma saya tinggal satu pasang lagi, tapi tetap saja hilang,” paparnya.
Dua kali kejadian yang dialami, menjadikan dirinya sadar akan selalu mengingat Allah. “Memang di sana (Mekkah) itu hukum Tuhan langsung ditunjukan. Mungkin di Indonesia juga sama, tapi tidak secepat di sana,” pungkasnya. (ian)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template