Kepsek Tampar Murid, Orangtua Tampar Kepsek - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kepsek Tampar Murid, Orangtua Tampar Kepsek

Kepsek Tampar Murid, Orangtua Tampar Kepsek

Written By Mang Raka on Rabu, 08 Juni 2016 | 15.30.00

PURWAKARTA, RAKA - Kepala Sekolah SDN 01 Ciwareng, Kecamatan Babakan Cikao, Sakri (47) berselisih dengan orangtua anak didiknya sendiri. Ia diduga menampar siswanya karena asyik bercanda saat menjalankan upacara bendera. Arif (10) siswa kelas 6 SD yang terkena tamparan halus tersebut kemudian melaporkan perlakuan sang kepala sekolah kepada orangtuanya, Maman (42).
Merasa geram atas tindakan yang dilakukan oleh kepala sekolah, Maman memanggil Sakri dan balik menamparnya sebagai balasan atas tindakan yang dilakukan kepada anaknya tersebut. Kejadian yang terjadi Jumat (3/6) lalu ini mengundang perhatian Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Senin (6/6) sore kemarin, Dedi memanggil kepala sekolah dan orangtua siswa tersebut ke rumah dinasnya di kawasan Jalan Gandanegara No 25 Purwakarta. Dalam suasana yang memanas akibat adu argumentasi dari kedua belah pihak, Dedi akhirnya memberikan solusi untuk kedua belah pihak yang tengah berseteru.
Dedi mempersilakan kepada orangtua siswa, agar segera melaporkan perbuatan kepala sekolah yang dianggap melanggar hukum olehnya kepada pihak kepolisian disertai bukti hasil visum. Akan tetapi Dedi memberikan catatan selama proses penyidikan, Arif tidak boleh dulu masuk sekolah. Tak hanya itu, Dedi pun mempersilakan kepada kepala sekolah, agar melakukan hal yang sama karena dia telah menerima tamparan dari orangtua siswa. “Saya persilakan anda semua untuk melapor kepada pihak kepolisian. Kalau perlu ayo saya antar," kata Dedi.
Akibat diskusi yang berlangsung alot. Kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk berdamai dan mengakhiri perselisihan dengan tidak disertai oleh tuntutan hukum. Dedi kemudian berujar bahwa pihaknya akan mengefektifkan surat edaran yang berisi keharusan untuk memotong nilai siswa apabila didapati siswa memiliki karakter yang jelek. Apabila karakter buruknya masih belum berubah, dirinya mengaku akan menambahkan pasal dalam edaran tersebut, agar siswa seperti itu dapat dikembalikan kepada orangtua untuk dididik secara mandiri. “Besok saya akan cek kesiapan sekolah dalam menerapkan aturan ini. Kalau terus dibiarkan akan berbahaya," pungkasnya. (awk)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template