Kejaksaan Sudah Punya Bukti Gratifikasi Summarecon - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kejaksaan Sudah Punya Bukti Gratifikasi Summarecon

Kejaksaan Sudah Punya Bukti Gratifikasi Summarecon

Written By ayah satria on Kamis, 09 Juni 2016 | 16.22.00


KARAWANG, RAKA - Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang mengantongi dua kasus besar untuk ukuran masyarakat Karawang Saat ini. Pertama kasus dugaan korupsi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan kedua kasus gratifikasi Summarecon yang melibatkan anggota dewan yang terhormat. Bukan saja, masyarakat yang berharap tetapi dari kalangan anggota dewan itu sendiri mengharapkan kasus tersebut dituntaskan oleh Kejari.
Terkait dugaan gratifikasi summarecon, anggota Komisi A DPRD Karawang, H. Timan Sukirman, bahkan mendorong supaya kasus dugaan gratifikasi DPRD dan PT Summarecon segera dituntaskan. Sebab tuduhan gratifikasi telah melibatkan semua anggota DPRD, padahal tidak semua anggota DPRD menerima kucuran uang dari perusahaan properti itu.
"Baguslah kalau kejaksaan sudah menangani kasus ini, karena semua harus dibuktikan," kata Timan, kemarin, di ruang kerjanya.
Diakuinya, gratifikasi ini menyangkut perizinan dan telah menuduh Komisi A bermain soal izin. Padahal, Komisi A tidak punya kewenangan soal ini. Meski leading sectornya Komisi A, tetapi segala perizinannya dilakukan eksekutif, yaitu Pemkab Karawang. "Kasus ini menganggap yang bermainnya komisi A, padahal saya secara pribadi dan kelembagaan Komisi A tidak pernah tahu akan hal itu, meski ada yang bermain hanya individunya," jelas Timan.
Dia menjelaskan, tugas anggota DPRD mengawasi jalan kinerja eksekutif bukan mengawasi perusahaan, sebab perusahaan sudah masuk ranah eksekutif. "Jika ini sudah naik ke kejaksaan, agar bisa diselesaikan sampai tuntas dan bisa terbukti, jangan cuma tuduhan," ucapnya.
Sehari sebelumnya, Senin (6/6) siang, perwakilan masyarakat memberikan rekaman yang disinyalir isinya mengenai persekongkolan aliran duit dari Summarecon. Keduanya memberikan rekaman pembicaraan terkait gratifikasi perusahaan perumahan PT Summarecon kepada DPRD Kabupaten Karawang. “Dalam satu keeping CD ini, sebagai bagian rekaman adanya dugaan gratifikasi dari pihak PT Summarecon ke beberapa anggota DPRD Karawang. Ini saya lakukan sebagai jawaban atas saran dari Kasi Pidsus (Titin Herawati, red) yang akan mengusut apabila masyarakat menyampaikan dan mempunyai bukti-bukti awal. Dan rekaman ini adalah bagian bukti awal,” tandas Sekjen LSM Kompak Reformasi, Pancajihadi al Panji. Dia didampingi pengurus Gerakan Rakyat Pemantau Korupsi (GRPK), Abenk.
Menurut Panji dalam rekaman tersebut, terdapat nama-nama yang cukup jelas mempunyai peran terhadap adanya aliran gratifikasi PT Summarecon ke DPRD. "Nama-nama tersebut cukup kuat untuk dimintai keterangan lanjutan oleh pihak Kejari Karawang," pungkasnya.
Sementara Abenk menambahkan rekaman berdurasi 25 menit tersebut bisa menjadi bahan awal oleh Kejari untuk meminta keterangan kepada sejumlah anggota DPRD yang disebut dalam rekaman tersebut. “Harapan kami, pihak Kejari Karawang lebih proaktif untuk memintai keterangan agar dugaan gratifikasi tersebut terungkap," pintanya.
Sebelumnya, Ketua DPRD Karawang, Toto Suripto berang dan  membantah dirinya dan sejumlah anggota DPRD menerima aliran dana dari PT Sumarecon. Menurutnya DPRD sudah tidak ada kaitan lagi terkait dengan perizinan atau pembebasan lahan yang saat ini sedang dikerjakan PT. Sumarecon. “Itu cuma isu saja yang dihembuskan pihak yang tidak bertanggung jawab. Coba buktikan kalau memang kita menerima uang tersebut terus apa keperluannya memberikan uang ke DPRD. Kita ini tidak punya kewenangan soal perizinan terkait proyek Sumarecon,” kata Toto Suripto. (dri)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template