Kandang Sapi Kebon Ceret Menebar Bau Busuk - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kandang Sapi Kebon Ceret Menebar Bau Busuk

Kandang Sapi Kebon Ceret Menebar Bau Busuk

Written By Mang Raka on Selasa, 21 Juni 2016 | 16.00.00

TEGALWARU, RAKA - Kandang Sapi di Kampung Kebon Ceret, Desa Cipurwasari, menuai protes. Pasalnya aroma bau tidak sedap kotoran sapi menebar hingga ke pemukiman warga, hingga mengundang lalat. Warga khawatir jika tidak segera diantisipasi akan menjadi sumber penyakit dan menyerang warga.

Dijelaskan Ocih (35) bau menyengat kotoran ternak sering terendus oleh warga bahkan mengundang lalat. Terlebih ketika dirinya memasak lalat pun hiasi dapur mereka tak jarang di repotkan oleh lalat yang datang menyerbu rumah-rumah warga. "Kalau masalah bau jangan ditanya. Kadang baunya ketika terbawa angin lumayan agak menyengat bahkan hingga kini ketika angin tengah menerpa ke wilayah dekat rumah maka bau nya lumayan bikin sesak. Saya harap pemilik ternak bisa membuat bagaimana caranya bau nya tidak menyengat ke rumah-rumah warga kadang kan kami juga direpotkan oleh lalat yang bersamaan datangnya," katanya.
Amo (43) warga lainnya, mengatakan serupa, saat ini warga tidak melakukan apa-apa dengan aroma bau kotoran dari ternak sapi dekat dengan lingkungannya itu. Dan memang bau aroma kotoran tidak tetap menyengat melainkan terbawa angin saja. Hanya saja membuat risih ketika angin tengah menerpa ke rumah-rumah warga. "Sampai sekarang belum ada upaya apa-apa dari warga. Memang pernah kita upayakan dialog dengan pihak pemerintahan desa agar ada upaya terbaik dari pemilik ternak, supaya baunya tidak menebar dan membuat lingkungan menjadi nyaman, tidak seperti sekarang ini lalat kadang menghiasi rumah-rumah warga," paparnya.
Sementara, saat RAKA dilapangan, pemilik ternak tengah tidak ada di lokasi dan pengurusnya pun tengah mencari pakan di tengah hutan. Kondisi ternak sepi dan tidak terlihat siapapun di lokasi. Dikatakan Masjum (40), tadinya di peternakan itu warga disini banyak yang bekerja. Entah kenapa sekarang hampir semua warga yang bekerja di peternakan itu berhenti dan sekarang yang bekerja bukan berasal dari wilayah Desa Cipurwasari lagi. "Sekarang tidak ada warga yang bekerja di peternakan itu dan sekarang malah orang dari luar desa kami yang bekerja," ucapnya.
Sementara perihal bau kotoran ternak, lanjut Masjum, sebetulnya itu sudah di koordinasikan dengan pihak pemerintah desa agar diadakan cara persuasif bagaimana caranya agar aroma kotoran tersebut tidak membuat warga menjadi risih. "Sekarang kan di bulan ramadan warga menginginkan suasan nyaman ketika berpuasa tidak harus menahan hiruf udara karena bau yang disebarkan oleh ternak itu," terang Masjum. (yfn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template