Kades Minta Gelar Operasi Pasar - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kades Minta Gelar Operasi Pasar

Kades Minta Gelar Operasi Pasar

Written By Mang Raka on Senin, 20 Juni 2016 | 14.30.00

-Tekan Harga Sembako Jelang Lebaran

RENGASDENGKLOK,RAKA - Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi (Disperindagtamben) diminta melakukan operasi pasar untuk normalisasi harga sejumlah kebutuhan bahan pokok yang mulai merangkak naik menjelang lebaran di Pasar Rengasdengklok. Ini penting dilakukan guna memastikan kestabilan harga agar masyarakat tidak terbebani menghadapi hari raya. Hal itu diungkapkan Kepala Desa (IKD) Rengasdengklok Utara, Kopral, yang meminta agar disperindag segera melakukan operasi pasar. "Barang-barang sembako merangkak naik dari hari ke hari. Untuk itu disperindag kudu melakukan pemantauan di sejumlah pasar tradisional. Apalagi dengan adanya kenaikan harga itu juga memicu ketersediaan bahan pangan," tandasnya.
Ia menduga kenaikan harga sembako, dipicu terhambatnya akses distribusi di sejumlah pasar. Maka dari itu, selain operasi pasar, pengendalian hargapun menjadi mutlak dilakukan. "Kami telah menyampaikan langsung kepada sejumlah pihak berwenang agar segera menerjunkan tim jelang lebaran ini. Karena banyak sekali harga-harga yang naik," tandas dia lagi.
Seperti diketahui, beberapa kebutuhan bahan pokok mulai merambat naik di sejumlah pasar tradisional seperti cabai, bawang merah, bawang putih dan yang lainnya akibat pasokan menipis. Minimnya pasokan diduga akibat terhambatnya akses yang dilakukan para tengkulak. "Kita ingin agar harga stabil, karena kalau tidak segera diantisipasi banyak warga yang akan mengeluh dan terkendala menghadapi Idul Fitri," kata dia menyudahi.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, di bulan Ramadan harga-harga sembako pasti mengalami kenaikkan, seperti yang terjadi di sejumlah pasar tradisional khususnya di Rengasdengklok.
Harga bumbu-bumbu seperti cabe merah besar mengalami kenaikkan dari Rp 15.000/kg menjadi Rp 20.000/kg, cabe kriting justru turun dari Rp 20.000/kg menjadi Rp 15.000/kg. Cabe domba juga mengalami kenaikkan dari Rp 15.000/kg saat ini harganya Rp 30.000/kg, sedangkan untuk harga bawang merah dan bawang putih cenderung normal yaitu Rp 16.000/kg.
Menurut salah seorang penjual sayur Dadang Irawan menyebutkan, bahwa tomat dan seledri termasuk sayuran yang mengalami kenaikkan harga. Harga tomat saat ini Rp 7.000/kg dari sebelumnya Rp 5.000/kg dan seledri naik dua kali lipat dari Rp 8.000/kg menjadi Rp 16.000/kg. Harga telur juga mengalami lonjakkan harga dari seminggu lalu menjadi Rp 19.000/kg dari Rp 18.000/kg. "Untuk harga daging sapi masih tergolong normal berkisar antara Rp 110.000/kg – Rp 120.000/kg," ucapnya.
Sementara itu, penjual daging ayam Yusuf mengatakan, harga daging ayam sangat bervariasi. Dia menjual Rp 36.000/kg dari sebelumnya Rp 32.000 atau Rp 34.000/kg. "Sementara pedagang lain menjual daging ayam seharga Rp 38.000/kg. Harga daging ayam telah mengalami lonjakkan sejak Sabtu lalu. Dan bisa mencapai harga Rp 40.000/kg ketika permintaan tinggi namun tidak akan melebihi harga tersebut," paparnya.
Sementara itu, salah seorang warga Miftah (38), meminta pemerintah untuk mengantisipasi lonjakan harga-harga kebutuhan pokok jelang Idul Fitri. Agar, ketika hari raya tiba, harga kebutuhan pokok masih bisa terjangkau oleh masyarakat. "Kalau naik sudah pasti, tapi minimal naiknya tak terlalu besar dan masih terjangkau. Kan kalau mau lebaran kebutuhan masyarakat terus meningkat," pungkasnya. (fah)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template