Jangan Asal Bicara di Masjidil Haram - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Jangan Asal Bicara di Masjidil Haram

Jangan Asal Bicara di Masjidil Haram

Written By Mang Raka on Selasa, 21 Juni 2016 | 19.07.00

Niat dan Tingkah Laku Langsung Dibalas Seketika

Kali ini Radar Karawang ingin berbagi cerita perjalanan haji Ketua Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kabupaten Karawang, H M Dedi Sumarya, warga Desa Balonggandu, Kecamatan Jatisari. Dia sangat meyakini bahwa segala ucapan, niat dan perilaku yang dilakukan di tanah haram seketika itu pula langsung dibalas.
Saat menjalankan ibadah haji tahun 2004 lalu, suatu waktu saat dia berada di Madinah tepatnya di Masjid Nabawi. Dedi memiliki sandal kulit yang cukup bagus. Bahkan karena terlalu hati-hati agar sandal itu tidak hilang, dia menyimpannya di loker masjid. Dalam loker tersebut terdapat 2 pasang sandal jepit milik temannya satu jamaah. Setelah selesai salat dan mau pulang ke maktab, ternyata sandal kulit milik Dedi tidak ada di loker. Padahal lokernya dalam keadaan tertutup. Sedangkan 2 pasang sendal jepit tetap utuh. "Jadi memang niat karena takut hilang sandal saja memang gak boleh yah. Karena langsung dibuktikan secara nyata," terang Dedi kepada Radar Karawang.
Cerita lainnya masih berkaitan dengan sandal. Kali ini dia tidak memikirkan dimana menyimpan sandal, yang jelas harus menjalankan ibadah secara khusyu mumpung masing ada di tanah haram. Karena jemaah hajinya juga ribuan, maka sandal yang menumpuk juga ribuan.  "Tapi karena memang niatnya bagus, meski saya pulang belakangan. Sandal yang saya simpan itu ada, gak hilang. Inikan sangat berbeda dengan pengalaman sebelumnya," ujarnya.
Kemudian pengalaman lainnya berkaitan dengan apa yang biasa dilakukan di tanah air. Suatu saat dia bersama rombongan jemaahnya naik lift. Tetapi saat masuk ke dalam lift, tiba-tiba liftnya mati. Saat mati itu ketua rombongan mengingatkan, kalau memiliki burung peliharaan, saat pulang haji nanti diniatkan akan dilepaskan. Meski Dedi bukan orang yang memelihara burung dalam sangkar, tapi dalam satu rombongan ada salah satu orang yang memang memiliki hobi memelihara burung. Saat niat akan melepaskan burung yang ada dalam sangkar terlintas dalam hati temannya, maka sektika pula lift yang membawa rombongannya langsung jalan normal. "Ini bukti bahwa memang di tanah haram benar-benar terjadi, nyata atas apa yang kita perbuat," ucapnya.
Ada lagi cerita yang cukup mencengangkan, yaitu saat Dedi terpisah dari jemaah dalam menjalankan tawaf. Karena terpisah dari rombongan, maka sekuat tenaga dia mencari rombongan. Tetapi hasilnya nol alias jemaah tidak bisa ditemukan. Saat itu dia juga langsung berserah diri kepada Allah, meminta pertolongan dengan memanjatkan doa kepada Allah agar bisa kembali bersama rombongan. Saat doa dipanjatkan, dia keluar dari salah satu pintu Masjidil Haram. Tapi setelah selesai doa, dan dia masuk lagi melalui pintu lainnya, rombongannya langsung terlihat ada di depan mata. "Dengan berdoa kepada Allah, maka langsung diijabah. Saya langsung ketemu jemaah. Padahal sebelumnya mencari gak ketemu-ketemu," jelasnya.
Bahkan ada peristiwa yang sangat tidak patut ditiru bagi umat muslim, yang akan menjalankan ibadah haji dan umroh. Dalam rombongan haji Dedi, ternyata mulai dari pemberangkatan ada salah satu jemaah yang memiliki niat kurang bagus. Saat di tanah haram akan melakukan hal yang sangat memelas, bahkan kalau ada yang bertanya juga disampaikannya sedang sakit. Ternyata saat sampai di tanah haram, orang yang memiliki niat jelek itu beneran sakit. Dan kemana-mana harus dibantu oleh orang lain. Sebaliknya, ada salah satu jemaah yang usianya sekitar 70 an, saat menjalankan ibadah haji tidak terlihat ada habatan sedikitpun. Baik saat tawaf, sa'i, lempar jumroh dan lain sebagainya. "Secara rasionalkan tidak bisa terukur yah. Kakek-kakek yang usianya 70 tahun bisa sehat. Tapi yang masih muda ternyata disana gak bisa apa-apa karena skait. Makanya saat menjalankan ibadah haji tidak boleh ada niatan jelek. Tidak boleh memikirkan hal-hal yang kaitan dengan duniawi," pungkasnya.(zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template