Jangan Abaikan Pendidikan Luar Sekolah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Jangan Abaikan Pendidikan Luar Sekolah

Jangan Abaikan Pendidikan Luar Sekolah

Written By Mang Raka on Jumat, 10 Juni 2016 | 13.00.00

KARAWANG, RAKA - Salah satu pilar yang tidak mungkin terabaikan untuk menjawab permasalahan terhambatnya pendidikan bagi anak usia sekolah karena faktor ekonomi keluarga, adalah Pendidikan Luar Sekolah (PLS). Pendidikan ini sama pentingnya dengan pendidikan sekolah atau pendidikan formal. Pendidikan ini tidak hanya terjadi di lingkungan sekolah saja, melainkan juga di lingkungan masyarakat dan lingkungan keluarga.

Hal itu diungkapkan pemerhati dunia pendidikan, Ganes S, melalui surat elektroniknya, beberapa waktu lalu. Menurut Ganes, pendidikan tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu, tetapi berlangsung sepanjang hayat (long life education), di mana manusia mulai belajar dari ia lahir sampai ke liang lahat. "Pendidikan selain terjadi atas bantuan orang juga bisa terjadi oleh usaha sendiri karena manusia secara sadar atau tidak selalu melakukan kegiatan belajar di sepanjang hayatnya," ucapnya.
Saat melakukan kegiatan belajar, lanjut Ganes, seseorang sebenarnya tengah mendidik diri sendiri. Mendidik berarti mengembangkan potensi manusia baik orang lain maupun diri sendiri, sedangkan belajar berarti upaya mengembangkan potensi diri sendiri. Dalam segi pengembangan potensi manusia, kegiatan pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting. Pendidikan merupakan satu-satunya bidang yang menangani pengembangan potensi manusia. Dan yang bertugas mengembangkan potensi manusia di luar jalur pendidikan sekolah adalah pendidikan luar sekolah (PLS).
Pendidikan luar sekolah, menurut Ganes, menggunakan pembelajaran bermakna, artinya lebih berorientasi dengan pasar, dan hasil pembelajaran dapat langsung dirasakan manfaatnya, baik oleh masyarakat maupun peserta didik itu sendiri. "Pendidikan luar sekolah diharapkan dapat merangkul kaum-kaum lapisan menengah ke bawah yang selama ini hampir tidak pernah dipandang dengan kedua bola mata agar dapat mengembangkan potensinya, menjadikan mereka sebagai pencipta lapangan kerja bukan sebagai pengemis lowongan kerja. Dari latarbelakang orang-orang pinggiran inilah muncul sebuah konsep belajar tanpa sekolah," terang Ganes.
Masih dilanjutkan Ganes, belajar tanpa sekolah ini merupakan kesatuan kegiatan yang diharapkan dapat dinikmati oleh masyarakat lapisan menengah ke bawah tanpa harus memikirkan berapa biaya pendidikannya. "Kegiatan ini dirancang agar masyarakat mempunyai jenis keterampilan, pengetahuan, serta pengalaman yang tidak diajarkan dalam pendidikan sekolah. Salah satu kegiatan yang ditawarkan dalam konsep belajar tanpa sekolah ini adalah pendidikan keterampilan atau kecakapan hidup dan pendidikan keluarga," katanya.
Pendidikan keterampilan mempersiapkan peserta didik untuk memiliki kemampuan melaksanakan suatu jenis pekerjaan tertentu. Pendidikan luar sekolah tidak sekadar menciptakan masyarakat menjadi cerdas dan terampil, melainkan juga memberi kesempatan, dorongan dan motivasi untuk berani mengambil sikap. Dengan demikian, masyarakat  benar-benar mandiri, baik dalam hal berpikir maupun bertindak. Pendidikan luar sekolah bukan saja menjadi alternatif secara ekonomis, melainkan mampu mendobrak kebekuan sistem pendidikan konvensional. Pendidikan ini juga menjanjikan suatu kesadaran tentang teori dan praktek. Pendidikan luar sekolah adalah alternatif yang lebih menjanjikan bagi masa depan pemikiran masyarakat. (ari)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template