Jaga Kawasan Sanggabuana Sebagai Daerah Resapan Air - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Jaga Kawasan Sanggabuana Sebagai Daerah Resapan Air

Jaga Kawasan Sanggabuana Sebagai Daerah Resapan Air

Written By Mang Raka on Senin, 20 Juni 2016 | 15.30.00

PANGKALAN, RAKA - Kebutuhan yang dapat dikatakan bersifat ekologis menjadi salah satu kebutuhan yang umum terutama bagi masyarakat perkotaan modern saat ini. Taman kota merupakan bagian penting dari jaringan ekosistem kompleks perkotaan yang memberikan servis ekosistem secara signifikan. Secara tidak langsung dapat  didefinisikan sebagai manfaat yang berasal dari fungsi ekosistem ruang terbuka hijau itu sendiri bagi manusia.

Hal ini pula yang menjadi implementasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2013 tentang rancangan tata ruang wilayah Kabupaten Karawang telah mengatur keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang sangat diperlukan. Namun hingga saat ini RTH di Karawang masih sangat minim. Termasuk juga sangat minimnya fasilitas taman kota yang sebenarnya penting untuk kebutuhan masyarakat perkotaan.
"Pesatnya pembangunan industri di Kabupaten Karawang ternyata tidak hanya menggusur lahan pertanian yang selama ini menjadi lumbung padi nasional,  namun juga mengancam Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang selama ini juga keberadaannya sangat minim. Masyarakat perkotaan tetap membutuhkan kedekatan yang harmonis terhadap alam lingkungan alami yang dianggap menyehatkan. Untuk itu penanaman ribuan pohon selain akan memberi manfaat di kemudian hari. Karenanya diharapkan agar ada aturan setiap perusahaan membuat ruang terbuka hijau dan harus dilaksanakan, minimal agar lingkungan tidak rusak terus menerus," Marta, pemerhati lingkungan di Kecamatan Pangkalan, belum lama ini, melalui surat elektroniknya.
Pemkab Karawang, kata dia, harus lebih jeli untuk melihat permasalahan ini. "ke depan Karawang akan menjadi kota metropolitan dimana akan terjadi urbanisasi besar-besaran untuk tinggal di Karawang. Untuk itu, Karawang harus mempunyai program kelestarian lingkungan. Keberadaan taman kota  ini dianggap penting agar dapat menyerap emisi karbon dioksida dan menghasilkan oksigen, memperbaiki kualitas udara dan air, mengatur iklim, mengurangi kebisingan, melindungi tanah dan air, mempertahankan keanekaragaman hayati, serta memiliki nilai rekreasi, budaya, dan sosial," katanya.
Ditambahkan Marta, melalui program itu bukan saja akan menciptakan kantung-kantung air baru di wilayah tersebut, tetapi juga menjadi penyaring udara. "Jika mengamati siklus air, maka di tempat-tempat yang hutannya masih bagus, maka air akan terus mengalir di sungai meskipun musim kemarau," ungkap Marta.
Hanya saja Marta mengingatkan, air tersebut berasal dari dalam tanah yang subur dan banyak akar pohon. Ketika hujan jatuh membasahi tanah yang subur, air tersebut akan disimpan di dalam serasah dan humus yang masih kasar. Humus dan serasah itu dihasilkan oleh pepohonan dan perdu yang menutupi tanah tersebut jika daunnya layu dan gugur. "Tanah yang subur adalah seperti spons ajaib, yang dapat menyimpan air sampai sepuluh kali dari beratnya. Tanah subur ini, tidaklah tebal. Ia hanya selapis tipis yang menjadi gudang penyimpan air," katanya.
Sementara menyinggung alih fungsi hutan di wilayah puncak Sanggabuana, hingga saat ini belum ada tindakan serius dari pemerintah daerah terkait alih fungsi lahan di puncak Gunung Sanggabuana. Kerusakan parah yang terjadi di puncak pegunungan itu seperti dibiarkan. Padahal areal gunung tersebut merupakan hutan konservasi yang kelestariannya harus dilindungi.
Seperti diungkapkan, aktivis lingkungan yang tergabung dalam organisasi pecinta lingkungan Oepas Korak, Ahmad. Kerusakan yang terjadi disekitar pegunungan Sanggabuana mestinya juga tanggung jawab tiga Kesatuan Pemangku Hutan (KPH). Yakni KPH Purwakarta, KPH Bogor dan KPH Cianjur, ternyata tidak membuat puncak gunung Sanggabuana terjaga baik, bahkan terkesan ditelantarkan. Padahal, kelestarian gunung tersebut sangat diandalkan untuk mencukupi kebutuhan hidup masyarakat yang tinggal di kaki gunung seperti masyarakat Kampung Jayanti, Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru. (ari)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template