Iuran Guru PGRI Dipertanyakan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Iuran Guru PGRI Dipertanyakan

Iuran Guru PGRI Dipertanyakan

Written By Mang Raka on Kamis, 02 Juni 2016 | 12.30.00

KARAWANG,RAKA - Ketidakterbukaan pengelolaan uang iuran bulan yang disetorkan anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tak pelak menuai pertanyaan. Selama ini sumber pengelolaan PGRI berasal dari iuran guru yang dipatok sebesar Rp 10.000 per bulan.

Seperti yang dikatakan guru yang memita identitasnya tidak disebutkan mengatakan, penggunaan anggaran baik pemasukan ataupun pengeluaran itu sama sekali tidak jelas peruntukannya. Seharusya ada keterbukaan yang perlu diterapkan agar tidak terjadi kesalahpahaman. "Memang tidak jelas, setiap bulan saja kita harus bayar tapi tidak ada program atau kepentingan yang baik buat para guru," katanya.
Selain itu saat dimintai tanggapan tentang adanya perencanaan pembangunan klinik di PGRI pun dirinyaa sama sekali tidak mengetahui. Padahhal sekecil apapun program yang akan dijalankan tersebut harus ada informasi yang sampai secara meyeluruh. "Saya malah tidak tahu adanya pembagunan klinik," akunya.
Sementara menurut aktivis pendidikan, Agus Supriyadi sangat menyayangkan tidak adanya transparan anggaran yang terjadi di sebuah organisasi guru terbesar di tingkat Kabupaten itu. Apalagi jika dikaitkan dengan nasib para guru honorer yang seakan kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah. "Sayang sekali dimana seharusnya dunia pendidikan semakin berkembang, namun nasib para guru sangat memprihatinkan," ungkapnya.
Padahhal kata dia ada anggaran yang turun dari pemerintah untuk kepentinggan PGRI di Kabupaten Karawang sebesar 200 juta lebih. Seharusnya diibalik berbagai permasalahan para guru harus bisa terjawab. Dan tugas ketua jangan hanya meghindari masalah dengan pergi seakan tidak bertanggung jawab. "Sebagai ketua berilah contoh yang baik dan selalu bersikap terbuka kepada semua pihak agar tidak terjadi kesalahpahaman," pesannya.
Sementara hal serupa juga dialami RAKA sudah selama 3 minggu ketika Nandang dimintai keterangan terkait penggunaan anggaran PGRI dirinya selalu menghindar dan seakan tertutup. "Saya bentar lagi mau pergi kang, besok lagi aja," ucapnya lewat pesan singkat tiga pekan lalu. (yna)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template