HNSI Sebut Nelayan Boleh Ambil Harta Karun VOC - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » HNSI Sebut Nelayan Boleh Ambil Harta Karun VOC

HNSI Sebut Nelayan Boleh Ambil Harta Karun VOC

Written By Mang Raka on Selasa, 14 Juni 2016 | 16.00.00

CILAMAYA KULON, RAKA - Penemuan benda peninggalan VOC di laut Pasirputih Desa Sukajaya, tidak mengherankan Camat Cilasmaya Kulon Dida Rayendra Safirman. Pasalnya, sudah bertahun-tahun, benda-benda yang diduga Barang Peninggalan Kapal Tenggelam (BMKT) itu sering ditemukan nelayan lainnya di laut Tengkolak Desa Sukakerta Kecamatan Cilamaya Wetan. Hanya saja, volumenya tidak sebesar penemuan saat ini. "Waktu saya jadi Sekcam tahun 2012, nelayan di Tangkolak juga sering nemu mangkok-mangkok itu mah, cuma volumenya termasuk koin-koin VOC yang saat ini mah lebih banyak di Pasirputih," kata Dida Rayendra Safirman Camat Cilamaya Kulon kepada Radar Karawang Senin (13/6).
Menurut camat saat benda-benda yang diduga BMKT itu sering diambil nelayan Tengkolak, meskipun tidak sengaja mendapatinya. Kala itu justru ada larangan agar tidak mengulanginya lagi mengambil barang-barang tersebut, begitupun kemungkinan saat ini. Namun dirinya tidak tahu persis bagaimana BMKT itu bisa ditemukan. Mungkin persoalan aturan dan pemeliharaan diatur dinas terkait dan kewenangan pusat. "Dulu setelah banyak yang ngambil, ada larangan, gak tahu yang sekarang nih," kata dia.
Sementara itu, Kasatpol Air Karawang AKP Sitorus menuturkan, pengambilan benda-benda bawah laut yang diduga harta karun VOC itu harus ada izinnya. Baik dari perhubungan laut maupun Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP). Ia belum menyisir siapa saja nelayan yang mengambil benda-benda yang diduga BMKT dari Kapal Belanda itu. Karena saat dikabari, pihaknya langsung terjunkan anggota Sat Pol Air untuk mengecek kebenaran tersebut. Disinggung penemuan benda-benda ini sudah lama atau baru, Sitorus mengaku, informasi penemuan sebenarnya sudah lama dan sering masuk. Tapi selama dirinya menjabat Kasatpol Air, kabarnya juga sudah dilidik namun hasilnya justru nihil. "Infonya sih sudah lama, kita juga pernah lidik dahulu-dahulu, tapi hasilnya nihil," ungkap mantan Wakapolsek Cilamaya ini.
Sementara itu, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Karawang Jejen Zaenal Mutakin mengungkapkan pengambilan benda-benda peninggalan bersejarah dibawah laut oleh nelayan dianggapn sebagai hal yang sah-sah saja dan legal. Hanya saja yang penting ada konfirmasi kepada negara sekaligus diserahkan ke negara. Daripada ditemukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan akhirnya malah dibisniskan.
Untuk itu, kejadian penemuan benda bersejarah itu sebenarnya sudah santer kabarnya sejak lama, dan baru-baru ini muncul lagi di laut Pasirputih.
Secara pasti HNSI tidak tahu dimana saja laut yang masih menyimpan benda-benda yang diduga peninggalan VOC itu, namun memang antara Pedes- Cilamaya itu banyak menyimpan benda-benda tersebut. "Saya kira itu legal dan sah diambil nelayan, daripada diambil oknum yang tidak bertanggungjawab," kata dia berpendapat. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template