Gara-gara Tempat Tinggal, Warga Jatisari Gagal Bekerja - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Gara-gara Tempat Tinggal, Warga Jatisari Gagal Bekerja

Gara-gara Tempat Tinggal, Warga Jatisari Gagal Bekerja

Written By Mang Raka on Jumat, 17 Juni 2016 | 14.30.00

CIKAMPEK, RAKA - Surat resmi pencabutan Perda Ketenagakerjaan belum sampai ke tangan Pemkab Karawang, seorang warga Jatisari sudah gagal diterima bekerja, karena persoalan tempat tinggal.
Kepala Desa Balonggandu Suhana mengatakan, warganya gagal diterima bekerja di PT Koito karena tinggalnya di Jatisari. "Ada warga namanya Hilda, katanya dipending masuk ke Koito karena tinggalnya di Jatisari. Dan PT Koito tidak ada jemputan sampai Jatisari," ujar Suhana kepada Radar Karawang, Kamis (16/6).
Padahal berdasarkan pengakuan Hilda, sudah ada beberapa warga Jatisari yang kerja di PT Koito dan tidak ada persoalan. Untuk memastikan persoalan tersebut, dia langsung mendatangi PT Koito yang berada di Kawasan Industri Indotaisei. Saat Kades menyambangi PT Koito, pihak perusahaan tidak menerima tamu kaitan dengan persoalan ketenagakerjaan warga Jatisari. Bahkan petugas keamanan pabrik yang berjaga di depan gerbang, melemparkan persoalan itu ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang. "Maaf saya hanya menjalankan tugas. Bapak-bapak gak bisa masuk. Soal itu tidak ada kewenangan kami untuk menjelaskan," ujar security PT Koito Anton.
Bahkan saat Radar Karawang menyampaikan ingin meminta kejelasan atas dugaan ketidaksesuaian pola rekrutmen di PT Koito, termasuk adanya calon tenaga kerja dari Jatisari yang tidak diterima, hanya karena persoalan tempat tinggal, pihaknya tetap enggan menemui.
Kondisi tersebut menuai reaksi dari Paguyuban Susah Mencari Kerja (Pasmeker). Dadang Aripudin selaku ketua harian, menilai ada diskriminasi yang dilakukan oleh PT Koito. "Ada persoalan apa ini. Kok bisa gitu, masa tenaga kerja dari Jatisari dipending. Ada yang gak beres nih," ujarnya.
Kabid Bursa Kerja Disnaker Karawang Teo Suryana, mengaku belum ada kejelasan dari PT Koito. Meski begitu, PT Koito sudah meminta waktu untuk bertemu dengannya, berkaitan dengan persoalan tenaga kerja yang berasal dari Jatisari. "Yang jelas belum ada penjelasan dari pihak PT Koito. Kalau soal gak ada jemputan karyawan ke Jatisari, mungkin saja khawatir pihak perusahaan mengeluarkan anggaran untuk transport karyawan," ujarnya.(zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template