Gaji PNS Dipotong Rp 300 Ribu - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Gaji PNS Dipotong Rp 300 Ribu

Gaji PNS Dipotong Rp 300 Ribu

Written By Mang Raka on Selasa, 07 Juni 2016 | 12.30.00

- Bagi yang Tidak Ikut Apel Pagi

PURWAKARTA, RAKA - Pegawai di lingkungan Pemda Kabupaten Purwakarta harus siap-siap terkena potongan gaji jika tidak mengikuti apel pagi di lingkungan tempat mereka bekerja. Selama bulan Ramadan, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi terjun langsung melakukan pengecekan kesigapan pegawai untuk melaksanakan apel pagi. Seperti yang dia lakukan di Dinas Pertanian dan Peternakan Senin (6/6). Dedi datang dan langsung memimpin apel yang akan rutin dilaksanakan setiap pukul 06.15 WIB karena pukul 06.30 WIB harus sudah mulai bekerja.
Dalam amanat sebagai pembina apel, Dedi kembali menjelaskan, tentang peraturan jam kerja pegawai selama bulan Ramadan. Jam kerja dimulai pukul 06.30 WIB dan berakhir pada pukul 13.30 WIB. Sebelum dan sesudah melakukan pekerjaan seluruh pegawai diwajibkan untuk mengikuti apel. Sanksi tegas Dedi sediakan bagi pegawai yang berani melanggar. "Mohon maaf kepada Pak Kadis, saya datang mendadak untuk melakukan pengecekan pelaksanaan segenap peraturan selama Bulan Ramadan. Pegawai yang tidak ikut apel akan kita potong Rp 300 ribu dari gajinya," tegas Dedi.
Dia menambahkan, kebijakan ini sangat jauh berbeda dengan hari biasa. Di hari biasa tidak pernah ada apel, karena dalam rangka peningkatan produktifitas tidak boleh terlalu banyak ceramah dalam forum apel melainkan harus lebih banyak bekerja. Langkah Dedi ini ternyata membuahkan hasil yang baik, karena serapan anggaran Kabupaten Purwakarta selalu mencapai 100 persen. “Apel ini juga tidak boleh lama-lama. Makin lama akan makin jenuh setiap hari apel lama-lama pembina apel kehabisan bahan bicara kan jenuh juga. Jadi apel cukup sebentar tapi semua harus patuh," kata Dedi.
Saat disinggung apakah masuk kerja pukul 06.30 WIB tidak terlalu pagi, sontak Dedi mengatakan, bahwa itu demi menjaga kesehatan dan stamina pegawai yang sedang menjalankan ibadah puasa. Dedi melarang seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purwakarta untuk tidur setelah makan sahur. Menurut dia, kandungan gula darah bisa naik drastis jika dibangun kebiasaan tidur setelah makan sahur. "Nah agar pegawai tidak tidur setelah sahur, mereka minta masuk pagi jam 06.30 WIB, kompensasinya mereka sudah bisa pulang jam 13.30 WIB waktu bersama keluarga pun tambah panjang kan? Ini Ramadan bulan keluarga," jelas dia.
Dedi pun sempat berkilah bahwa peraturan yang dia tetapkan sama sekali tidak bertentangan dengan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Biroktasi. Menurut dia, dirinya justru mencoba menterjemahkan surat edaran tersebut berdasarkan kultur daerah. “Ah jangan kalian adu-adu saya dengan Pak Menteri. Beliau sahabat dan senior saya. Ya gak lah, saya justru menterjemahkan itu di Purwakarta," pungkasnya. (awk)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template