Dua TKW Wadas Tewas - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Dua TKW Wadas Tewas

Dua TKW Wadas Tewas

Written By Mang Raka on Rabu, 15 Juni 2016 | 18.39.00

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Kabar buruk kembali menyelimuti keluarga tenaga kerja wanita di Karawang. Kali ini dua TKW asal Lemahabang Wadas meninggal di dua negara berbeda.
Emas Samah binti Ciung (40) warga Dusun Badama RT 03/08, Desa Karyamukti, Kecamatan Lemahabang, dikabarkan meninggal karena dianiaya anak majikan di Riyadh, Arab Saudi. Jenazahnya Senin (13/6) sekitar pukul 22.00 WIB sudah sampai di rumah duka. Sedangkan satu orang lainnya dari Desa Pulokalapa yang bekerja di Malaysia, belum diketahui kapan jenazahnya bisa dipulangkan. Diduga buruh migran itu berangkat ke Negeri Jiran dengan cara ilegal.
Suami Emas Samah, Asep Dudung (42) mengatakan, istrinya baru pertama kali jadi TKW. Tiga tahun pertama, Emas masih lancar mengirim uang dan menghubungi keluarga di Karyamukti. "Kontraknya juga terus diperpanjang. Dari satu tempat ke tempat lain," ungkap Asep kepada Radar Karawang, Selasa (14/6) kemarin.
Tiga tahun terakhir, kata Asep, keadaan mulai berubah. Istrinya tidak pernah mengirim uang, termasuk menghubungi keluarga. Lama menunggu kabar, akhirnya enam bulan yang lalu Emas menghubunginya. Sang istri mengaku sering disiram air panas oleh majikan. Ia sudah tidak betah, tapi tidak bisa pulang.
Mendengar itu, Asep segera menghubungi sponsor yang memberangkatkan istrinya, yaitu PT Sinar Berlian Mandiri. Ia juga menghubungi Komisi Perlindungan, Penempatan dan Pemberdayaan Tenaga Kerja Indonesia (KP4TKI) Kabupaten Karawang. Asep ingin penderitaan istrinya segera berakhir dan kembali berkumpul bersama keluarga. "Tapi tanggal 14 April istri sudah meninggal. Kementerian Luar Negeri baru mengabari 25 April," ujarnya.
Tidak banyak diketahui penyebab kematian istrinya, baik dari rumah sakit maupun Kementerian Luar Negeri. Namun, Asep diberitahu jika pembunuh istrinya adalah anak majikan, dan sudah ditahan otoritas setempat.  "Istri saya dibunuh dengan cara dianiaya. Tapi saya gak tahu jenis penganiayaannya seperti apa? Yang jelas si anak majikan itu kabarnya sudah ditahan," ungkapnya.
Ia juga heran kenapa istrinya sering dipindah dari satu tempat ke tempat lain. Atau perpanjangan kontrak tanpa sepengetahuan keluarga. Usut punya usut, kata Asep, PT Sinar Berlian Mandiri sudah tidak aktif. Namun asuransi kematian, gaji yang belum dibayar, berikut hak-hak lainnya dalam proses pencairan. "Sedang diurus pencairannya," katanya.
Sementara di Pulokalapa, Kades Popon Fatmawati membenarkan ada warganya meninggal di Malaysia. Kabar itu diungkapkan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana. Namun, sampai saat ini belum ada tanda-tanda pemulangan jenazah, maupun identitas lengkap korban. "Iya katanya ada, tapi gak jelas juga siapa namanya. Itu kata teh Celli dan camat," ungkapnya.
Ia melanjutkan, dulu juga ada warganya yang meninggal di Malaysia. "Istrinya linmas satu tahun yang lalu," ujarnya.
Camat Lemahabang H Hamdani SIp saat menengok rumah duka keluarga TKI mengatakan sangat berduka. Karena selain di Desa Karyamukti, ada TKI asal Desa Pulokalapa yang dikabarkan meninggal di Malaysia. Tapi jenazahnya sampai saat ini belum dipulangkan ke tanah air. "Bahkan yang TKI asal Pulokalapa ini menggunakan jalur ilegal," katanya.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karawang Sri Rahayu Agustina, membenarkan ada TKI asal Pulokalapa yang meninggal dunia di Malaysia. Namun, kata istri Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Suroto ini, dirinya belum tahu detail data lengkapnya. "Iya kang, minta datanya yang lengkap," ucapnya. (rud)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template