Diteror Mafia PPDB, Kepsek Keluar Kota - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Diteror Mafia PPDB, Kepsek Keluar Kota

Diteror Mafia PPDB, Kepsek Keluar Kota

Written By Mang Raka on Jumat, 24 Juni 2016 | 17.12.00

KARAWANG, RAKA – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online selain membuat frustasi siswa yang gagal diterima di sekolah negeri, ternyata mengakibatkan para kepala sekolah kelimpungan.
Banyak diantara siswa yang gagal akhirnya pasrah dan memilih melanjutkan pendidikannya di sekolah swasta. Banyak juga dari mereka yang merengek, dan meminta orangtuanya mengeluarkan berbagai macam cara agar bisa diterima di negeri. Belakangan diketahui, banyak kepala sekolah yang memilih keluar kota, karena tidak tahan terus menerus 'diteror', dipaksa mafia PPDB agar mau menerima siswa titipan.
Kepala SMAN 1 Telukjambe Timur Dra Hj Listianti misalnya. Ia lebih memilih ke Purwokerto untuk menenangkan pikiran, daripada harus berada di sekolah menghadapi tekanan dari orang-orang yang memaksanya menerima siswa titipan. “Lagi genting ibu gak boleh ke sekolah. Loba (banyak) oknum anu araraneh (yang macam-macam). Lagi menghindari, pusing,” katanya kepada Radar Karawang lewat pesan singkat, Kamis (23/6) kemarin.
Bagi dia hampir setiap tahun ada saja oknum yang terus mempertanyakan jatahnya, agar bisa memasukan siswa bawaan masuk ke sekolah. Padahal kata dia, seharusnya aturan PPDB online yang sudah berjalan diikuti. "Jangan sampai karena ada oknum tersebut, citra dunia pendidikan di Kabupaten Karawang rusak. Ikuti saja aturan yang ada,” katanya.
Hal serupa juga dialami oleh Kepala SMKN 1 Karawang Agus Rukmawan. Ia mengatakan sedang berada diluar kota. “Lagi diluar, ini juga mau ke Bekasi,” ucapnya.
Lain lagi yang dirasakan oleh seorang siswa SMPN 1 Rengasdengklok yang meminta namanya jangan ditulis, ia mengaku pasrah karena tidak lulus di SMKN 1 Karawang. "Bingung mau kemana lagi. Paling ujung-ujungnya sekolah di sekolah swasta,” ungkapnya.
Siswa yang ditemui mengenakan sweater merah itu, mengatakan sudah mencoba berbagai jalur penerimaan. Yang pertama dia mencoba jalur rayonisasi, tapi gagal karena tempat tinggalnya di Rengasdengklok tidak masuk area SMKN 1 Karawang. Begitu juga jalur prestasi, tetap gagal. "Tinggal nunggu jalur akademis dan tinggal berdoa saja,” ucapnya.
Sementara Ketua PPDB Online Karawang Nandang Mulyana menyampaikan, untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, tidak harus bersekolah di sekolah negeri. Karena saat ini sekolah negeri maupun swasta sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah. “Justru itu yang menjadi PR kita. Nanti bagaimana baik siswa maupun orangtua siswa mengerti, bahwa sekolah itu tidak harus di negeri, swasta juga bagus,” pungkasnya. (yna)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template