Dinkes: Segera Lapor Jika Temui Makanan Minuman Berbahaya - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Dinkes: Segera Lapor Jika Temui Makanan Minuman Berbahaya

Dinkes: Segera Lapor Jika Temui Makanan Minuman Berbahaya

Written By Mang Raka on Sabtu, 11 Juni 2016 | 14.00.00

CILAMAYA WETAN, RAKA - Peredaran makanan dan minuman (mamin) selama Ramadan terus meningkat. Jika salah pilih makanan sehat dan aman dikonsumsi, bisa mengancam dan menimbulkan penyakit bagi masyarakat. Untuk itu, Dinas Kesehatan mewanti-wanti masyarakat pro aktif melapor jika ada temuan makanan yang dicurigai bercampur bahan yang membahayakan kesehatan.
Kasie Makanan dan Minuman Dinas Kesehatan Karawang, Mohammad Alwi mengatakan terjaminnya makanan layak konsumsi dengan memperhatikan tanggal kadaluarsa, komposisi dan perizinan industri rumahan. Pihaknya meminta komitmen itu kepada semua produsen makanan dan minuman. Karena mamin yang direkomendasikan pihaknya adalah yang sudah lulus audit sarana, lokasi tempat, peralatan dan kemasan. Selain tentu saja, ia juga akan uji sampling dan laboratorium. Bila ditemukan ada mamin mencurigakan, ia mengimbau masyarakat tidak ragu melapor.
Karena terus Alwi, cara produksi pangan yang baik itu adalah dengan tanggungjawab dan komitmen. Sama dengan MUI, lembaga ini juga butuh komintmen pengolah makanan dengan survei. Karena, jika ada produk makanan olahan yang dianggap layak namun dikemudian hari ternyata justru tidak layak, masalah ini akan menjadi beban dan tanggungjawab Dinas Kesehatan. "Yang disebut layak konsumsi itu ya setidaknya bisa berdaya saing dan memenuhi Perizinan Industri Rumah Tangga (PIRT)," tambah dia.
Staf Kasie Mamin Dinkes lainnya, Neni S.Km mengatakan konsumen pada dasarnya sudah dilindungi haknya dalam UU No 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Jika ada masyarakat yang merasa dirugikan dalam penggunaan produk, baik makanan, minuman, elektronik sampai kendaraan bisa segera melapor sebagaimana diatur dalam pasal 1. Sebenarnya terus Neni, di Karawang sudah ada Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) sebagai lembaga pengaduan konsumen. Hanya saja rata-rata yang melapor mayoritas berurusan dengan leasing motor atau debt kolektor. Sementara kerugian atas makanan dan minuman masih belum ada. Padahal tambahnya, di pasal 4.a hak atas kenyamanan keamanan dan keselamatan konsumen itu dijamin. Bahkan, jika hasil kemasan tidak sesuai dengan keterangan yang dipampangkan dalam produk maupun iklan, seperti menambah dan mengurangi makanan, serta mengurangi takaran yang sebenarnya, atau tidak sesuai janji dalam label, etiket dan iklan, produsen makanan bisa dipidana 5 tahun atau denda 5 miliar.
Karenanya, wajar jika ada makanan minuman ilegal atau bahkan tidak memenuhi keamanan konsumen, pemerintah berhak mengatur, mengawasi produksi, pengolahan dan pendistribusiannya sampai memusanahkannya. "Konsumen berhak mendapatkan keistimewaan dalam produk yang diterimanya, jika ada yang tidak layak segera laporkan saja," tambah dia.
Selain itu tambah Neni, ancaman penyakit berbahaya dari makanan olahan yang tidak sehat harus diwaspadai masyarakat, baik bahaya biologis, mikroba dan kimiawi. Bahaya biologis misalnya, makanan wajib terbebas dari binatang pengerat, dan serangga, begitupun dengan Mikroba. Sebisa mungkin terus Neni, mamin saat diproduksi bebas dari air tercemar, debu, lalat, pangan mentah maupun hewan peliharaan. Karena jika tidak diolah dengan baik bisa menyebabkan tipes, diare dan demam. "Ancaman penyakit dari makanan dan minuman itu berpeluang besar, maka masyarakat harus fahami ini," kata dia menyudahi. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template