Dinas Kebersihan dan Pertamanan Diusulkan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Dinas Kebersihan dan Pertamanan Diusulkan

Dinas Kebersihan dan Pertamanan Diusulkan

Written By Mang Raka on Jumat, 17 Juni 2016 | 16.00.00

*Dedi Ahdiat Pasrah Termasuk Pemisahan UPTD Pemadam Kebakaran

KARAWANG, RAKA - Hal menarik saat hearing Komisi C DPRD dengan mitra kerjanya ketika pembahasan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), kemarin (16/6) salah satunya adalah merekomendasikan wacana pemisahan UPTD Kebersihan dan Pertanaman dari Dinas Cipta Karya.

Rekomendasi itu dianggap penting, terlebih jika mencermati tugas dan fungsi (tufoksi) Dinas Cipta Karya (DCK) selama ini, dinilai belum efektif. Lihat saja persoalan sampah dan pertamanan, bahkan sampai-sampai ada rumor Karawang akan menyandang prediket baru kota sampah. Ini bukti jika selama ini UPTD Kebersihan dan Pertamanan tidak efektif dibawah komando Dinas Cipta Karya.
Itu belum termasuk UPTD Pemadam Kebakaran yang juga dibawah komando Dinas Cipta Karya, mesti dalam RPJMD itu tidak masuk dalam pembahasan. Unit di Dinas Cipta Karya inipun dinilai tidak efektif dan miskin program. Padahal jika mengacu kepada tingginya peristiwa kebakaran di Karawang dan karakter pemukiman di kota ini yang pada dengan bentuk bangunan semi permanen, sehingga termasuk dalam kategori rawan kebakaran.
Mestinya UPTD inipun lebih bisa ekspos terhadap program-program unitnya jika lepas dari Dinas Cipta Karya. Karenanya tidak heran jika progres dinas inipun jadi lamban karena pekerjaannya yang terlalu gemuk. Sehingga membuat penanganan berbagai persoalan yang menyangkut tugasnyapun sangat lamban. Terutama dalam hal penanganan sampah dan taman kota.
"Sudah saatnya terkait pengelolaan sampah dan pertamanan dikerjakan oleh dinas sendiri, bukan melekat pada Dinas Cipta Karya seperti saat ini. Kebutuhan ini sudah sangat mendesak untuk memisahkan UPTD Kebersihan dan pertamanan menjadi dinas tersendiri tahun ini juga," ungkap dr.Ata, anggota Komisi C DPRD yang juga anggota dewan asal Partai PKS ini.
Dikatakan Ata, pemerintah dalam hal ini Dinas Cipta Karya harus proaktif untuk secepatnya memisahkan bagian kebersihan dan pertamanan dari Dinas Cipta Karya. "Dinas Cipta Karya jangan menunggu tetapi harus proaktif untuk segera memisahkan diri. Sehingga penanagan sampah dan penataan kota bisa secara maksimal tergarap. Tidak seperti saat ini yang jauh dari harapan. Sampah masih bersebaran dimana-mana, belum penataan taman masih sangat minim," ungkap Ata.
Ditambahkan Ata, untuk mendesak hal itu, pihaknya akan mengundang dinas terkait secara khusus yaitu Dinas Cipta Karya dan bagian program. "Kita akan panggil kedua pihak tersebut, karena secara proglegda (program pembuatan peraturan daerah) sudah masuk Banleg DPRD. Kita ingin meminta aksi dari dua institusi guna percepatan terbentuknya dinas baru dalam hal ini Dinas Kebersihan dan Pertamanan," terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Cipta Karya, Dedi Ahdiat mengatakan sangat setuju dengan desakan dewan terkait pemisahan bagian kebersihan dan pertamanan jadi dinas. Bahkan termasuk Dinas Pemadam Kebakaran, meski kelasnya C, harusnya juga didesak dipisahkan. "Kita sangat setuju, bahkan bukan saja kebersihan dan pertamanan tapi pemadam kebakaran juga," ungkap Dedi. (dri)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template