Diajak Ngobrol Orang Asing di Masjidil Haram - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Diajak Ngobrol Orang Asing di Masjidil Haram

Diajak Ngobrol Orang Asing di Masjidil Haram

Written By Mang Raka on Selasa, 14 Juni 2016 | 20.38.00

Komunikasi Cukup Pakai Bahasa Isyarat

Berada di tanah suci dengan jutaan umat Muslim di seluruh dunia, membuat jemaah haji yang memiliki keterbatasan berbahasa asing akan kesulitan berkomunikasi. Seperti yang dialami Nining, warga Kampung Cariu Bandung RT 02/RW O2, Desa Wancimekar, Kecamatan Kotabaru, yang tahun lalu memiliki kesempatan untuk menjalankan rukun Islam yang kelima.
Saat ditemui di kediamannya, Nining mengaku berangkat ke tanah suci bersama suaminya, Ujang Kasim. Selama di Mekkah tidak ada kendala berarti. Dirinya hanya kesulitan berkomunikasi dengan jemaah haji dari negara lain. Saat berada di Masjidil Haram, ada orang asing berbahasa Inggris berbicara kepadanya. Dari gerak tubuhnya, Nining menganggap jika orang itu ingin meminjam tasbih. "Ketika itu ada orang barat mungkin kalau bahasa kita nya, saya pinjam tasbih sebentar. Tapi saya tidak habis akal, ditunjukan dengan isyarat akhirnya. Komunikasi yang dilakukan dengan bahasa isyarat tubuh saja dan gerakan tangan," ujarnya kepada Radar Karawang, kemarin.
Kejadian kedua ketika ada seorang bapak terlihat tidak menggunakan sandal, padahal terik matahari begitu menyengat. Karena tidak tega melihatnya, Nining akhirnya memberikan sandal itu kepadanya. "Udah pakai saja pak, karena kami kan wanita pakai kaus kaki. Jadi masih aman dari panasnya matahari," katanya.
Berbeda halnya dengan kisah suaminya. Ketika di Mekkah, sang suami selalu dikejar oleh orang yang meminta uang. Akibatnya bekal selama menunaikan ibadah haji kian menipis. "Kalau suami, itu pasti dia selalu ketemu orang yang selalu kehabisan ongkos. Kadang pernah ada yang minta, permintaannya itu tidak sebanding dengan uang yang ada di saku kami," ucapnya.
Meski demikian, pengalaman ketika di Mekkah menjadi pelajaran hidup bagi Nining dan suami. Perjalanan ibadah haji yang diidamkan dari dulu, berjalan dengan lancar, dan dapat pulang ke tanah air dengan selamat. "Perjalanan ibadah disana kami lancar. Kami pun pulang ke Indonesia dengan selamat," pungkasnya. (ian)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template