Dengklok Kurang Posyandu - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Dengklok Kurang Posyandu

Dengklok Kurang Posyandu

Written By Mang Raka on Jumat, 24 Juni 2016 | 15.00.00

RENGASDENGKLOK, RAKA - Mutiara Herawati pengamat dunia kesehatan menyatakan bahwa jumlah Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Kecamatan Rengasdengklok dinilainya masih minim. Padahal, keberadaan posyandu sangat penting untuk membantu meningkatkan taraf kesehatan warga.
"Memang kalau dijumlahkan semuanya boleh dikatakan minim. Dari jumlah beberapa desa itu masih diperlukan penambahan posyandu," kata dia mengakui.
Hanya saja, selama ini, perlu digalakan tingkat kesadaran masyakarat dan pengusaha, agar memahami arti penting posyandu. "Misalkan dari perusahaan-perusahaan yang ada di sini. Barangkali memang ada kesempatan untuk membangun posyandu di desa-desa, kenapa tidak," tambahnya lagi.
Selain soal pembangunan fisik posyandu, juga menyangkut kelengkapan dan bantuan lainnya yang berkaitan erat dengan peningkatakan mutu posyandu. "Hal itu bisa dicapai dengan menambah jumlah bantuan khusus bagi posyandu. Agar kedepan, baik itu peningkatan SDM, ataupun sarana dan prasarana menjadi lebih baik," kata Mutiara.
Selain bantuan pemerintah, pihak swasta dalam hal ini perusahaan juga berpengaruh besar serta membantu eksistensi keberadaan posyandu. "Saya mengajak kepada mereka agar bersama-sama membantu posyandu yang ada di Dengklok ini," serunya mengajak.
Selain posyandu, keberadaan bidan desa pun menjadi tumpuan masyarakat. Maka dari itu, harus benar-benar bekerja maksimal tatkala datang musim penghujan. Sebab, segala  macam penyakit diyakini mudah menjangkit, sehingga perlu upaya penanganan sesegera mungkin dari bidan-bidan desa. Apalagi jika pasien yang ditangani merupakan balita maupun lansia, kehadiran dan manfaat bidan benar-benar dibutuhkan. Tak hanya bidan desa, seluruh elemen yang ada harus bersinergis agar program kesehatan berjalan baik.
Hal ini disampaikan Kepala Desa Amansari Hanafi, ketika disinggung mengenai peran bidan desa di wilayahnya. Ia memaparkan, eksistensi tenaga kesehatan sangat dirasakan pemerintahan desa. "Tanpa adanya bidan desa kami tentu kesulitan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Sehingga keberadaan bidan-bidan ini perlu dimaksimalkan," ujar Hanafi.
Apalagi di musim pancaroba, berbagai penyakit sangat mudah menyerang utamanya balita dan kaum lansia. "Ketahanan tubuh kan menjadi sangat rentan ketika peralihan musim. Baik yang cuma sakit flu, batuk, masuk angin maupun penyakit serius seperti demam berdarah. Penanganan khusus bagi kaum lansia dan balita menjadi penanganan prioritas kami," tegasnya.
Ia juga meminta jajarannya dapat bekerjasama dengan baik untuk mewujudkan Amansari yang sehat. "Kami tentu berharap, agar sinergitas tenaga kesehatan di wilayah Rengasdengklok ini bisa bersinergis. Baik kader posyandu maupun praktisi kesehatan lainnya," tutupnya.
Dilain pihak, pemerhati kesehatan, Humaeroh menjelaskan, bahwa taraf kesehatan warga sebuah desa sangat tergantung dari pola kerjasama yang dibangun seluruh elemen untuk mensukseskan program-program kesehatan. "Jadi tidak melulu tanggung jawab itu dibebankan kepada bidan desa saja, namun semua pihak baik itu masyarakat, aparat pemerintah desa kudu bisa menjalin sinergitas yang baik," kata dia berpendapat.
Ia mencontohkan, sebuah program kesehatan yang tidak mendapat tempat di hati masyarakat terkadang justru mubadzir. "Makanya program-program itu harus disosialisasikan dulu agar masyarakat memahami. Selain itu, aktivitas kesehatan yang sudah ada selama ini juga harus dipertahankan dan ditingkatkan lagi kualitasnya," tutup Humaeroh. (fah)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template