DAS Cihandeulem Dinormalisasi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » DAS Cihandeulem Dinormalisasi

DAS Cihandeulem Dinormalisasi

Written By Mang Raka on Selasa, 21 Juni 2016 | 15.00.00

TEGALWARU, RAKA - Daerah Aliran Sungai (DAS) Cihandeulem, di Desa Cipurwasari, akhirnya dinormalisasi. Material batu dan pasir di dasar aliras sungai itu mengalami sedimentasi hingga mengakibatkan sungai meluap dan merusak areal persawahan.

Pemerintah Desa Cipurwasari melakukan normalisasi bekerjasama dengan pihak swasta. Diharapkan melalui upaya itu bisa mengembalikan kondisi sungai sehingga ke depannya bisa menampung debet air yang masuk ke sungai tersebut. Proses pekerjaan sendiri ditargetkan rampung dalam 30 hari kerja. Sementara bentangan pengerukan dilakukan sekitar 200 meter dengan kedalaman 1 meter. Sedang dana yang dipergunakan bersumber dari anggaran Dana Desa Cipurwasari tahun 2016/2017.
Dikatakan Kepala Desa Cipurwasari, Saujang Sumarya, kondisi pembenahan sungai itu memang dibutuhkan sekali guna memperlancar arus sungai juga memperlancar air hingga bisa mengaliri lahan persawahan. "Sedimentasi ini yang membuat air sungai sering meluap. Diharapkan setelah dikeruk kondisi sungai jadi dalam dan aliran air tidak terganggu hingga bisa mengalir optimal dan mengaliri areal persawahan. Diharapkan dalam satu minggu ini normalisasi ini bisa selesai," ucap Kades Saujang, kemarin (20/6).
Yana (31) warga sekitar menyampaikan, memang jika belum ada normalisasi sungai kejadian banjir satu bulan lalu saat hujan deras bisa terjadi lagi. Akan tetapi sekarang warga yang mempunyai areal persawahan dan juga perumahan yang dekat dengan bantaran sungai bisa mengaku lega. "Akan lebih aman sih jika dilakukan normalisasi. Warga akan nyaman dan tidak khawatir lagi juga areal persawahan yang mengalami kerusakan ketika air bah menghantam. Bukan disini saja bahkan hingga beberapa meter jaraknya sampai ke dusun yang paling ujung, yaitu Pasir Pining. Bahkan ada pula areal pertanian yang rusak hingga beberapa ratus meter," tandasnya.
Lain lagi dengan Bima (34) debit air yang memuncak hingga Sungai Cihandeuleum mengalami penumpukan material hingga sedimensi dan membentuk patahan darat di karena kan Zona perbukitan menjadi lintasan air mengalami perubahan. Dan masalah air hujan dengan intensitas dan pohon penahan mengalami permasalahan membuat debit pun mengalami perubahan hingga dibutuhkan kesadaran bagi semuanya.
"Ini balik lagi ke kita agar semuanya kembali bersahabat dengan alam agar keseimbangannya stabil antara alam dan kebutuhan masyarakat. Jika dilihat dari kebutuhan masyarakat dengan material yang banyak bisa didapatkan di sungai itu. Akan tetapi mestinya mengindahkan juga bahwa alam butuh penyeimbang agar apa yang sudah didapatkan mesti diimbangi dengan penguatan di atas perbukitan," terangnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template