Dana Prototipe Cekik Kades - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Dana Prototipe Cekik Kades

Dana Prototipe Cekik Kades

Written By Mang Raka on Jumat, 17 Juni 2016 | 13.00.00

-Pajak 14 Juta
-Tak Ada Penyesuaian Harga Material

CILAMAYA WETAN, RAKA - Dana bantuan prototipe kantor desa tahap II peninggalan 2015 lalu sudah cair minggu kemarin. Namun, karena tak lagi sesuai dengan harga material, anggaran tahap 2 sebesar Rp 160 juta pesimis bisa menyelesaikan pekerjaan hingga 100 persen.
Kades Tegalsari, Nana Suryana mengatakan dana prototype berdasarkan RAB Dinas Cipta Karya berjumlah Rp 592 juta. Jumlah yang direalisasikan Rp 400 juta sedangkan sisanya Rp 192 jutanya disarankan dari swadaya masyarakat. Di era sekarang ini keluh Nana, mengumpulkan biaya Rp 192 juta dari swadaya masyarakat bukan lagi perkara mudah. Apalagi bagi Desa Tegalsari yang hanya memiliki sawah bengkok 1 hektar. Ia kebingungan mencari uang sebesar itu.
Disisi lain, faktanya, anggaran Rp 400 juta sejak era Dadang S Muchtar sampai saat ini malah tak ada penyesuaian harga material. Bahkan saat anggaran tetap, pembelanjaan material olahan diatas Rp 1 juta seperti kusen, bambu, hingga bata disedot pajak hingga belasan juta. "Rp 400 juta sampai ya gak tahu nanti, paling juga selesai 80 persen, kalau kita cari swadaya, dari mana bisa dapat Rp 192 juta?" tanya dia.
Nana menambahkan untuk anggaran yang tertera saja sudah membuat kelimpungan. Ia mencontohkan harga semen dicatut Rp 57 ribu, harga bata Rp 450/biji dan upah buruh pekerja Rp 70 ribu/hari bersih. Namun realitanya, mana ada semen seharga itu. Begitupun dengan honor pekerjanya, mana ada yang mau dibayar Rp 70 ribu perhari bersih.
Parahnya pajak juga sangat tinggi mencapai Rp 14 juta lebih disetor melalui pos. Artinya dari mana bangunan bisa sempurna? Paling-paling terka Nana, bangunan itu hanya bisa dicat dan diberikan kaca tanpa keramik. "Paling juga gak sampai dikeramik, orang pajaknya saja Rp 14 juta lebih," tandasnya.
Lebih jauh ia menambahkan, walaupun demikian, hasil koordinasinya dengan Inspektorat dan DPPKAD, yang paling penting setiap harga melampirkannya dengan masuk akal dan bisa dipertanggungjawabkan. Setidaknya, mungkin dengan menyisihkan ADD sedikit demi sedikit agar bisa menyempurnakan kantor desa. "Yang penting masuk akal dan dipertanggungjawabkan, itu sih hasil koordinasi dengan Inspektorat dan DPPKAD mah," pungkas dia. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template