Daging Bulog Bikin Sengsara Pedagang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Daging Bulog Bikin Sengsara Pedagang

Daging Bulog Bikin Sengsara Pedagang

Written By Mang Raka on Selasa, 14 Juni 2016 | 13.00.00

CIKAMPEK, RAKA - Kebijakan pemerintah menekan harga daging di pasaran, lewat distribusi daging dengan harga murah dianggap mengancam pedagang kecil.
Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Karawang H Danu Hamidi menilai pemerintah gagal memberikan jaminan akan ketersediaan pangan. Operasi pasar yang dilakukan oleh Bulog, juga dinilai tidak mempertimbangkan kondisi realitas lapangan. "Pemerintah gagal, tidak bisa menjamin warganya kaitan dengan ketahanan pangan," tegas H Danu kepada Radar Karawang, Senin (13/6).
Dia menyampaikan, sebagai gambaran akan gagalnya pemerintah untuk menjamin ketersediaan pangan, adalah mendistribusikan daging dengan harga Rp 80 ribu per kilogram, sementara harga daging di pasaran sekarang Rp 110 ribu sampai Rp 120 ribu per kg. "Bagaimana nasib pedagang daging. Kalau ada harga murah dari Bulog, harusnya pedagang daging disubsidi oleh pemerintah," ujarnya.
Akibat kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah, para pedagang daging yang notabene sudah jualan puluhan tahun, terancam rugi. Karena para konsumen meminta harga di tukang daging umum juga sama dengan harga Bulog. "Bagaimana kajiannya ini pemerintah mengeluarkan kebijakan. Pedagang yang hidupnya tergatung pada penjualan daging hartus jadi korban," ujarnya.
Padahal kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah itu sifatnya menyeluruh, dan melindungi segenap warga masyarakatnya, khususnya di Kabupaten Karawang. Pemerintah harus mengeluarkan kebijakan kaitan dengan ketahanan pangan, mulai dari hulu ke hilir. "Pengontrolannya mulai dari ketersediaan daging dengan ternaknya, pengembangan hortikulturanya, sampai SDM nya. Jadi tidak ada kebijakan yang nantinya mengorbankan rakyat sendiri," ujarnya.
Termasuk di Kabupaten Karawang, menjadi kabupaten yang identik dengan agrarianya, disamping industri. Semua harus tersedia, sehingga tidak ada lonjakan harga secara signifikan. Sesuai dengan hukum ekonomi ketika barang langka, maka harganya akan melonjak naik. "Jadi saya nilai pemerintah gagal. Ini bukti tidak seriusnya pemerintah dalam menjalankan program ketahanan pangan. Khususnya di Kabupaten Karawang," pungkasnya. (zie)



Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template