Daftar Calon Ketua Golkar Rp 25 Juta - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Daftar Calon Ketua Golkar Rp 25 Juta

Daftar Calon Ketua Golkar Rp 25 Juta

Written By Mang Raka on Rabu, 22 Juni 2016 | 20.30.00

-Calon Pemilih Diiming-iming Rp 50 Juta

KARAWANG, RAKA - Musyawarah Daerah (Musda) IX DPD Partai Golkar Karawang, rencananya digelar Kamis 23 Juni besok. Meski dadakan, namun undangan pelaksanaan suksesi partai beringin itu sudah disebar ke semua Pengurus Kecamatan (PK).
Sejumlah nama pun sudah disebut-sebut siap menggantikan Dadang S Muchtar. Selain Enan Supriyatna yang sudah sejak awal siap menggantikan Dasim, muncul juga sejumlah nama lainnya seperti Engkus Kusnaya, Sri Rahayu Agustina dan Suryana. Hanya saja, aroma politik uang semakin menguat dan diduga bakal diliarkan salah satu bakal calon kepada sejumlah pengurus kecamatan. Untuk pelaksanaan musda, Panitia Musda IX juga mematok pendaftaran bagi balon masing-masing Rp 25 juta. Ketua Panitia Musda IX Partai Golkar Karawang Ir Teddy Luthfiana mengatakan, iuran pendaftaran calon ketua Golkar sebesar Rp 25 juta tersebut, merupakan hasil arahan dari steering commitee, yang ingin menunjukan bukti keseriusan sosok yang akan memimpin Golkar ke depan. "Jangan sampai mendaftar sudah sah, kemudian mendadak mundur," ungkapnya.
Soal biaya pendaftaran bakal calon ketua itu, anggota steering commitee Musda Partai Golkar Karawang Enjam Djamsir juga membenarkannya. Pria berkumis tebal ini beralasan agar pendaftaran jangan sebatas asal-asalan, sehingga dengan beban itu bakal calon tidak asal saat mendaftar. "Ini untuk mencegah balon yang asal daftar, maka kita patok Rp 25 juta per balon," ungkapnya.
Hal lainnya yang belakangan mencuat, ada pihak yang menyebut panitia tidak netral dan cenderung mendukung salah satu bakal calon. Soal ini, Teddy buru-buru membantahnya. Menurut Ketua Komisi A DPRD Karawang itu, panitia tidak ikut bermain memuluskan salah satu calon. Apalagi ikut membagikan uang politik kepada pengurus kecamatan yang besarnya mencapai Rp 50 juta per kecamatan. Dia pun menjamin panitia tetap netral dan tidak memihak kepada salah satu calon.
Apalagi, kini dirinya tengah sibuk melakukan verifikasi administrasi bagi bakal calon yang mendaftar. Rencananya, sore ini panitia akan menutup pendaftaran bakal calon Ketua DPD Golkar pada pukul 16.00 sore. "Panitia dijamin netral, gak ada yang seperti itu, justru kita sibuk menjaring pendaftaran bakal calon yang akan ditutup Rabu sore," ungkapnya.
Salah satu bakal calon Sri Rahayu Agustina mengaku tidak akan memberikan uang yang diminta panitia. "Untuk permintaan duit sebelumnya berhembus. Tapi sejauh ini belum ada kejelasan. Dan saya sendiri tidak menyetor duit sebesar Rp 25 juta tersebut," tuturnya.
Berdasarkan penelusuran Radar Karawang, aroma bagi-bagi uang justru terasa. Kabar salah satu bakal calon ketua akan memberikan uang Rp 50 juta, sudah sampai ke telinga pengurus kecamatan. “Memang benar. Kami telah dijanjikan Rp 50 juta untuk memilih calon tertentu. Tapi, tolong tidak usah diramaikan,” ungkap seorang Ketua PK Golkar wilayah Karawang bagian utara yang enggan disebutkan namanya.
Dia mengaku cukup terkejut dengan adanya tawaran tersebut. Pasalnya, iming-iming tersebut justru dilakukan oleh salah seorang panitia yang mempunyai kedudukan strategis. “Saya sempat bingung juga, kenapa kok malah panitia jadi tim sukses. Harusnya kan netral, bertanggung jawab mensukseskan Musda Golkar,” imbuhnya.
Tak jauh berbeda dikatakan juga oleh Ketua PK Golkar yang lain. Ia yang tidak mau disebutkan namanya mengaku ditawari hal serupa. Bahkan, uang tersebut dijanjikan akan diberikan sebelum pelaksanaan acara Musda. “Iya, saya juga sama, ditawari juga. Tapi saya tidak mengiyakan, kan belum tentu saya paham dengan visi calonnya,” ungkapnya.
Sementara peneliti Indo Barometer Cecep Sopandi mengatakan, seharusnya tradisi memungut uang pendaftaran kepada calon ketua Golkar, sudah dihilangkan karena dapat merusak tatanan demokrasi, dan membuat kader jadi pragmatis. Hal itu nantinya bakal kontradiktif dengan visi yang akan dibangun Golkar, yang katanya bakal menghapuskan mahar politik. "Apalagi pernyataan Ketum Golkar Pak Setnov (Setya Novanto) kan sudah jelas ingin mempertahankan Jawa Barat jadi lumbung padi nasional, dan target nasional 120 kursi di DPR RI," ungkapnya.
Ia melanjutkan, komitmen tersebut harus disambut baik oleh seluruh kadernya, dengan mencerminkan budaya demokrasi yang berkualitas tanpa mahar politik. "Ini hanya komitmen etika saja, untuk merebut simpati publik harus diiringi dengan contoh atau teladan yang baik," ujar Cecep yang juga aktif di Social Policy and Political Studies.
Diketahui, Musda Golkar akan memperebutkan sedikitnya 35 suara yang berasal dari PK se-Kabupaten Karawang, organisasi sayap, dan organisasi pendiri. (rud/dri/psn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template