Cikampek Telantar - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Cikampek Telantar

Cikampek Telantar

Written By Mang Raka on Sabtu, 11 Juni 2016 | 13.00.00

-Jadi Sarang Teroris, Begal Hingga Miras

CIKAMPEK, RAKA - Menjadi daerah perlintasan antraprovinsi membuat Cikampek menjadi wilayah yang paling strategis. Selain dilalui jalur Pantura dari Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur, di Cikampek juga terdapat stasiun yang menghubungkan kereta api antara Jakarta-Bandung dan Jakarta Cirebon.
Jika dikelola dengan benar, Cikampek bisa menjadi kota kedua terbesar yang berpotensi menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD). Tapi jika ditelantarkan, bukan tidak mungkin jadi daerah paling kumuh dengan sejuta tindak kejahatan.
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Radar Karawang, selain kerap dijadikan tempat persembunyian buronan, Cikampek juga jadi tempat persinggahan para bandar narkoba, lokasi pembuatan kosmetik ilegal. Bahkan sudah dua kali teroris bersarang di wilayah berpenduduk 112.780 jiwa tersebut.
Bukan hanya itu, dalam waktu 4 jam saja, anggota Polsek Cikampek di bawah komando AKP Dony Satria Wicaksono berhasil mengamankan 200 botol miras berbagai macam merk dan jenis, akhir pekan lalu. Melihat itu, maka wajar jika banyak warganya yang mengkonsumsi miras. Contohnya pada tahun 2014 silam, setidaknya 12 orang pemuda tewas dan satu lainnya buta usai pesta miras oplosan.
Tidak cukup di perkotaan Cikampek. Di pedesaan seperti Kebon Kembang, juga tidak lepas dari peristiwa negatif. Berada di sebelah timur Cikampek, keberadaan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) atau lebih dikenal dengan Kebon Kembang mempunyai beragam cerita. Mulai dari pusat penelitian tanaman, tempat aneka kuliner, lokasi mesum hingga yang terbaru penemuan mayat korban pembunuhan. Kawasan hutan seluas 45 hektare yang dibangun tahun 1937 ini, sebetulnya diperuntukan sebagai kegiatan penelitian kehutanan. Vegetasi yang tumbuh rimbun seperti Pohon Jati (Tectona grandis), Sonokeling, Mahoni (Swietenia mahagoni), Akasia, dan Suren, membuat suasana Kebon Kembang sangat sejuk. Bagi masyarakat Cikampek, tentu kesejukan itu tidak bisa ditemui selain di tempat tersebut. Namun, lemahnya pengawasan dari aparat kepolisian, membuat Kebon Kembang menjadi tempat yang sangat menyeramkan. Peristiwa demi peristiwa yang membuat bulu kuduk berdiri sering terdengar. Gantung diri, begal, video mesum ABG, pemerkosaan, tempat pembuangan korban hipnotis, hingga lokasi ideal pembunuhan sangat melekat dengan Kebon Kembang. "Kalau ingin melihat tontonan gratis orang pacaran ya di Kebon Kembang," ucap Arif (19) warga Pangulah, Kecamatan Kotabaru kepada Radar Karawang.
Menurutnya, kondisi Kebon Kembang yang sepi dan jauh dari pantauan masyarakat, menjadi tempat ideal bagi siapapun yang ingin berprilaku negatif. Bahkan, dirinya sering mendengar jika Kebon Kembang jadi lokasi mesum. "Banyak kok ABG gitu-gituan disana," tandasnya.
Melihat banyaknya peristiwa mengenaskan di lokasi tersebut, sudah seharusnya Kebon Kembang tidak dibiarkan begitu saja. Harus ada penjagaan khusus, agar kawasan hutan yang menyumbang udara bersih bagi Kecamatan Cikampek, tidak lagi dikenal sebagai lokasi mesum atau pembunuhan. "Kami akan membuat portal di jalan Kembon Kembang, karena takut ada kejadian serupa lagi yah," ujar Kepala Desa Cikampek Timur HM Sukaeji. (psn/zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template