Cara Santri Nihayatul Amal Siapkan Buka Puasa - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Cara Santri Nihayatul Amal Siapkan Buka Puasa

Cara Santri Nihayatul Amal Siapkan Buka Puasa

Written By Mang Raka on Rabu, 22 Juni 2016 | 12.30.00

- Masak Sendiri Lalu Makan Rame-rame

KARAWANG, RAKA– Jika anak-anak lainnya yang tinggal di rumah sudah disediakan makanan untuk berbuka puasa, berbeda dengan para santri yang tinggal di pondok pesantren. Mereka harus masak makanan sendiri untuk menyediakan hidangan buka puasa. Seperti yang dilakukan santri Pondok Pesantren Nihayatul Amal (NA) Rawamerta.
Tapi, cara ini bukannya tanpa hikmah. Dengan memasak makanan sendiri, santri diajarkan untuk mendiri dan menjalik kekompakan dengan santri lainnya, serta melatih kedisiplinan. Makanan yang dimasak tersebut, lalu dimakan secara bersama-sama dengan santri lainnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Nihayatul Amal, H Bubun Bunyamin mengatakan, bahwa pembelajaran yang diberikan kepada para santri bukan hanya dari bidang ilmu agama saja, melainkan belajar tentang kebersamaan dan peduli terhadap lingkungan juga diterapkan. Karena bagi dia, pembentukan karakter santri justru akan timbul saat mereka langsung berinteraksi dengan teman-temannya di lingkungan. “Belajar disiplin, tanggung jawab dan peduli terhadap sesama, serta gotong royong masih berjalan di pondok ini dan alhamdulilah semua santri kompak,” katanya.
Menurutnya, kegiatan yang kerap dilakukan oleh para santri dalam setiap bulan puasa tak kalah beda dengan santri atau masyarakat pada umumnya. Mereka lebih banyak beraktifitas di masjid membaca ayat suci Al Quran. “Sama aja sih kaya santri dan masyarakat, lebih banyak tadarusan hampir setiap waktu kosong mereka mengaji di masjid,” ucapnya.
Tak hanya itu, pengajian seperti kitab-kitab lainnya juga diajarkan kepada para santri seperti kitab safinah, fathul qarib, fathul muin, jurumiah dan bahkan kitab kuning lainnya. Namun, kata dia, untuk yang lebih ditekankan kepada para santri, mereka harus mengerti dasar membaca kitab. Maka terlebih dahulu mereka belajar kitab sharaf dan nahwu. “Karena untuk bisa membaca kitab yang lain harus mereka ketahui dulu dasarnya, biar bisa membaca surat gundul kitab yang diamalkan oleh ulama,” tuturnya.
Dia berharap, bahwa pondok pesantren yang sudah berdiri sejak tahun 1963 in,i dapat menghasilkan generasi umat yang bisa menjadi contoh teladan bagi masyarakat di lingkungan. “Dengan kemajuan zaman, kami selaku keluaraga besar pesantren berharap mereka bisa menjadi pemimpin bagi negara ini di masa depannya, yang penting bisa berguna bagi bangsa dan negara,” harapnya.(yna)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template