Bocah Korban Pelecehan Trauma Berat - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Bocah Korban Pelecehan Trauma Berat

Bocah Korban Pelecehan Trauma Berat

Written By Mang Raka on Selasa, 07 Juni 2016 | 19.53.00

CILAMAYA KULON, RAKA - Awal Februari lalu, seorang bocah perempuan berusia 5 tahun di Kecamatan Cilamaya Kulon, Mawar-bukan nama sebenarnya-disebut telah disodomi anak kelas VI SD berinisial AM.
Awalnya orangtua Mawar, Oding (50) curiga dengan kondisi anaknya yang selalu mengalami pendarahan hebat di bagian anus, setiap kali buang air besar (BAB). Merasa penyakit aneh itu menimpa anak ketiganya, Oding langsung membawanya ke bidan. Dari sana mulai terkuak, bahwa anus Mawar bukanlah bawaan penyakit, melainkan ada benda keras masuk ke dalamnya. "Saya baru tahu kalau anak bungsu saya itu diduga disodomi, setelah dibawa ke bidan. Dan merayu Mawar agar menceritakan yang sebenarnya," ungkap Oding kepada Radar Karawang, Senin (6/6) kemarin.
Dihadapan Camat Cilamaya Kulon Dida Rayendra Safirman, Oding mengaku selama tiga bulan terakhir anaknya terus mengalami pendarahan. Beragam upaya kekeluargaan, hukum hingga medis sudah ditempuhnya. Namun sampai saat ini belum ada perkembangan yang menggembirakan. Mawar sebut Oding, semakin tertutup. Karena 3 bulan terakhir dia tidak mau lepas darinya. Bahkan setiap bertemu orang-orang asing dan teman laki-laki, Mawar nampak ketakutan. Berat badannya juga turun akibat trauma berat yang dialaminya. Dari sisi penanganan hukum terhadap terduga pelaku terus Oding, sebenarnya sudah dilakukan. Awalnya, lewat kekeluargaan yang difasilitasi pemerintah desa. Namun, orangtua pelaku, AM bersikeras jika anaknya tidak mengaku menyodomi Mawar di rumah kakeknya AM.
Orangtua AM sebut Oding, siap bertanggungjawab segala sesuatunya jika AM mengaku. Sementara dikonfrontir apapun, AM tetap tidak mengaku. Sehingga musyawarah di desa lewat kekeluargaan menjadi buntu. Alhasil, pihaknya melaporkan AM yang saat ini keluar dari bangku kelas VI SD ke Mapolres Karawang. Sampai akhirnya diselidiki Unit Pelayanan Perempuan dan anak (PPA), setelah sebelumnya dilakukan visum.
Sayangnya terus Oding, PPA Polres Karawang yang menangani anaknya itu, baru-baru ini diganti. Sehingga penyidikan kesannya dari nol lagi. "Kekeluargaan buntu, karena mereka (pelaku) tidak mengakui. Akhirnya kami lapor ke Mapolres atas saran Polsek Cilamaya. Sayangnya PPA yang dulu menangani anak saya diganti lagi," sesal Oding.
Dari sisi medis. Untuk menangani pendarahan yang selalu keluar dari anus Mawar, dirinya bermodalkan Jamkesda mondar-mandir ke Puskesmas, RSUD hingga Rumah Sakit Islam (RSI). Meski sempat dioperasi, anaknya bukannya sembuh, malah tambah parah pendarahannya. "Lagi pula diberi obat juga hanya saat setelah operasi saja. Anak saya masih ada sedikit pendarahan saat BAB," ujarnya.
Ia melanjutkan, kondisi itu membuat anaknya depresi. Selain kurus dan lemah, Mawar juga mendadak menjadi anak pendiam dan serba takut. "Sisi hukum belum ada tindaklanjut. Kami ingin mengobati anak juga selalu dipingpong. Sementara psikis anak saya semakin melemah karena trauma," tuturnya.
Paman Mawar, Nasim menambahkan, keluarganya sudah sangat geram. Apalagi melihat kondisi kesehatan keponakannya yang semakin lemah. "Mawar semakin kurus. Kami hanya meminta pertanggungjawaban pengobatan kepada orangtua pelaku," ucapnya.
Mendengar paparan keluarga Mawar, Camat Cilamaya Kulon Dida Rayendra Safirman mengaku prihatin atas kejadian yang menimpa Mawar. Dari sisi hukum, dirinya serahkan upaya itu kepada keluarga korban. Ia siap memfasilitasi pengobatan Mawar agar pendarahannya segera hilang. Tidak itu saja, pihaknya juga siap membantu mengobati mental anak usia 5 tahun itu bersama Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Karawang. "Baik pengobatan maupun terapi, kami siap fasilitasi maksimal untuk Mawar," jamin Camat. (rud)

Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. AM pantesnya dipotong tittnya biar tak ada lagi korban

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template