Biji Gebang Dikeramatkan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Biji Gebang Dikeramatkan

Biji Gebang Dikeramatkan

Written By Mang Raka on Sabtu, 04 Juni 2016 | 16.00.00

Pohon gebang yang berusia ratusan tahun di sekitar makam Adipati Singaperbangsa dianggap aneh. Pasalnya, biji gebang yang dijadikan tasbih ini , dianggap keramat oleh sebagian warga.
Belakangan, oleh warga di sekitar komplek pemakaman, biji-biji gebang itu dijadikan tasbih dan dipasarkan di area makam. Apalagi, sedikit masyarakat Karawang yang memiliki pohon gebang, karena meskipun ratusan tahun pertumbuhannya, pohon gebang hanya sekali berbuah seumur hidupnya dan langsung mati. "Kebetulan di komplek makam ada dua pohon gebang, yang satu ini sudah berbuah, nah sekali berbuah pohon ini langsung mati, bijinya ini sering digunakan para wali dulu kala untuk berdzikir," kata Ujang, warga yang menjajakan tasbih gebang di komplek makam Adipati Singaperbangs.
Menurutnya, di Karawang, pohon gebang sudah sangat jarang. Mungkin katanya, hanya 3-5 saja yang masih tumbuh. Memang lanjutnya, pohon ini bisa ditanam dengan serbuk dari bijinya, namun 90 persen tidak bakalan tumbuh dan bertahan lama. Kondisi ini berbeda, jika pohon gebang hidup sendiri tanpa ditanam acapkali tanpa diketahui tumbuh, termasuk di Makam Adipati Singaperbangsa ini.
Tak heran karena langkanya tanaman ini, biji yang dijadikan tasbih gebang ini bernilai bagi masyarakat, sejak menyusun biji-biji gebang menjadi tasbih, dirinya sudah meraup lebih dari 3 jutaan berdagang di Makam Singaperbangsa. Menurutnya, itu dibeli para peziarah asal Sumatera, Bandung, Banten dan Cirebon.
Satu untai tasbih dijualnya Rp 50-70 ribu. "Hanya sekali seumur hidupnya tanaman ini berbuah, setelah itu pasti langsung mati," ujarnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template