Berangkat Umroh Punya Utang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Berangkat Umroh Punya Utang

Berangkat Umroh Punya Utang

Written By Mang Raka on Senin, 20 Juni 2016 | 19.27.00

-Jadi Tukang Urut di Mekah, Pulang Bawa Uang

"Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, jika mempunyai keinginan dan tekad kuat.''
Itulah ungkapan Muhamad Yunus (30) Warga Kampung Cimuntuk RT 01 RW 01, Desa Sukatani, Kecamatan Sukatani, saat dia mengingat perjuangannya hingga bisa menjalankan umroh.
Pria yang satu ini sungguh beruntung bisa menjalankan ibadah umroh ke tanah suci pada bulan April 2015 lalu. Pasalnya, proses pemberangkatan yang dia lalui terbilang relatif singkat, dengan hanya memerlukan waktu tiga minggu saja.
Berawal dari jasa travel antar para peziarah ke bandara, dia mendapat kesempatan untuk berangkat umroh. Selain waktu yang sempit, mengumpulkan uang sebesar Rp 27 juta, bagi dia sangatlah sulit. Maklum saja, jangankan untuk pergi umroh, hanya sekadar makan saja bagi pria yang kesehariannya sebagai sopir ini sangat sulit. Namun, Tuhan berkata lain. Yunus bisa berangkat dengan uang hasil tabungan dan pinjaman dari keluarga. "Saya terima telepon katanya peserta umroh kurang satu orang. Terus waktu untuk berangkat tinggal beberapa minggu lagi. Saya bingung, tapi saya punya tekad dan dukungan keluarga hingga bisa berangkat," ujarnya.
Sesampainya di tanah suci, selain masih bertanya-tanya uang hasil yang didapat untuk ongkos berangkat, kejadian aneh yang belum pernah dia alami terjadi di tanah suci. "Awalnya di penginapan ada yang sakit waktu itu orang Sukabumi. Dia tidak bisa jalan, entah kenapa tangan saya ingin mijit kaki dan badan bapak itu. Terus bapak itu bisa berdiri dan jalan," katanya.
Padahal kata Yunus, baik dia maupun orangtuanya dulu tidak ada riwayat mempunyai keahlian memijat orang sakit. "Saya heran kok jadi tukang Urut. Padahal seumur hidup saya belum pernah mijit siapapun,'' katanya.
Dari hasil selama 17 hari berada di tanah Arab. selain bisa menunaikan ibadah umroh, Yunus mengaku bisa membayar utang ongkos serta biaya selama disana.
"Banyak yang minta diurut katanya enak, dan hasil uangnya saya bisa beli oleh-oleh keluarga terutama anak dan istri. Sampai saat ini saya masih heran dengan kemampuan bisa mengobati orang sakit," pungkasnya. (gan)



Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template