Bedah Makna Puasa Melalui Pelajaran Biologi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Bedah Makna Puasa Melalui Pelajaran Biologi

Bedah Makna Puasa Melalui Pelajaran Biologi

Written By Mang Raka on Senin, 20 Juni 2016 | 16.00.00

- Siswa Non Muslim Juga Ikut Sanlat

KARAWANG, RAKA - Kegiatan pesantren kilat mungkin sesuatu hal yang biasa dilakukan oleh setiap siswa pada saat menjalankan ibadah puasa di sekolah. Namun ada yang berbeda di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Karawang pesantren kilat menjadi hal yang luar biasa dan menyenangkan. Pasalnya, materi yang diberikan bukan hanya sebatas tausiah keagamaan tentang ibadah puasa, namun membedah puasa dengan mata pelajaran yang ada.
Salah satu Guru SMAN 1 Karawang, Tuti Karwati mengatakan, setiap guru mata pelajaran di SMAN 1 Karawang diwajibkan mengisi pesantren kilat. Karena materi yang diberikan disesuaikan dengan mata pelajaranya masing-masing. Akan tetapi, kata dia, semuanya harus disingkronkan dengan ilmu agama yang berbau bulan puasa. Seperti mengupas puasa dengan ilmu biologi. "Para siswa tidak akan bosen bahkan akan mendapatkan ilmu pelajaran baru tentang agama khususnya puasa. Karena tausiah yang diberikan itu bukan tausiah agama biasa melainkan dikupas melalui mata pelajaran yang ada disekolah, seperti sejarah, fisiki, biologi dan yang lainya," katanya.
Bahkan, bagi dia, keberkahan Ramadan juga bisa dimaksimalkan oleh siswa yang mempunya keyakinan lain seperti Kristen dan yang lainya. Sebab, di waktu Ramadan siswa-siswi non muslim diharuskan mengikuti kegiatan keagamaan di sekolah dengan instruktur yang sudah disediakan. Hal tersebut dilakukan agar para siswa bisa semakin memperdalam ilmu keagamaan serta menjadi orang-orang yang lebih baik. Karena setiap agama pasti mengajarkan kebaikan. "Jadi bukan yang beragama Islam saja yang ikut sanlat tapi semua siswa yang Non Islam pun mengokuti kegiatan yang sama namun materinya yang berbeda," tuturnya.
Adapun pemateri yang mengisi sanlat diantaranya Suhendar, Tuti Karwati, Hj Nurhasanah, Junaedi, H Salim Munajat, Umul Haya, Surhayanti, Sigit Wibowo, Arta, Budiman, H Ucu, dan Widodo. Sedangkan untuk yang non muslim adalah  Manan Sarungu. "Kami memaksimalkan para guru yang ada diseolah agar semuanya lebih baik," ucapnya.
Masih dikatakannya, kegiatan sanlat tersebut berasal dari kelas 10 dan 11 dimana sanlat digelar selama 5 hari bagi setiap kelasnya. "Saya berharap semoga selesai sanlat ini, para siswa bisa lebih memahami tentang puasa. Karena saat ini masih banyak yang tidak tau dan mengerti makna puasa yang sesungguhnya," tuturnya.
Adapun metode yang digunakan dalam sanlat adalah berbentuk permainan, ceramah, diskusi, tanya jawab dan berbagi pengalaman selama bulan puasa. Terlebih para siswa yang pernah menjalani puasa di luar negeri. "Hal tersebut saya lakukan, agar para siswa bisa tahu dan mengerti puasa yang sesungguhnya," pungkasnya. (yna)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template