Bata Hebel Rusak Pasaran Bata Tanah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Bata Hebel Rusak Pasaran Bata Tanah

Bata Hebel Rusak Pasaran Bata Tanah

Written By Mang Raka on Rabu, 22 Juni 2016 | 12.00.00

TELAGASARI, RAKA - Bata hebel yang berukuran panjang 60X10 centimeter mengancam produksi bata yag berbahan dasar tanah merah. Kehadiran bata hebel yang biasa digunakan membangun material perumahan, saat ini mulai merambah ke pasar masyarakat pedesaan karena tingkat pemasangan lebih fleksibel dan hemat.
Meski demikian, perajin bata tanah yakin pemilihan material bangunan masih memiliki pasar masing-masing. Pedagang Matrial di Telagasari H Dali mengatakan, para kosumen rata-rata sudah banyak memesan bata hebel ketimbang batu bata biasa. Dalam satu buah bata hebel dijual seharga Rp 8 ribu sampai Rp 10 ribu, tergantung ukuran.
Meskipun harganya mahal, namun pelanggannya yakin biaya pembangunan rumah sama besarnya dengan meggunakan bata biasa, ia menyebut penggunaan bata hebel selain menghemat hari kerja buruh bangunan karena rumah lebih cepat selesai, material penyertaannya hanya menggunakan semen dan kapur saja tanpa pasir lebih banyak. sementara menggunakan bata biasa kelemahannya selain lebih lama, cost yang dikeluarkan bukan hanya semen, melainkan harus disertai pasir yang banyak. Jika dinominalkan tambahnya, harganya sama saja. Tidak heran, pelanggannya saat ini lebih banyak memesan bata hebel.
Ditambahkan Dali, ia mendapati pasokan bata hebel langsung dari Jakarta meskipun di Karawang sendiri ada pabriknya di Klari, namun pelanggan lebih melihat kualitas dan ketebalan. Pasalnya, ketebalan 10 centimeter dan panjang 60 centimeter lebih diminati karena lebih mudah memasang kusennya. "Hebel ini sudah masuk ke material-material biasanya memang utuk perumahan atau sekolah, tapi sekarang banyak diminati masyarakat," katanya.
Sementara itu, perajin bata dan genting asal Pangulah Kotabaru, Karya (30) mengaku tidak khawatir dengan kehadiran bata hebel yang mulai masuk ke masyarakat. Karena menurutnya, masing-masing bata sudah ada pasarnya. Hebel menurutnya banyak diminati perumahan, sementara bata tanah masih pasarnya di masyarakat menengah ke bawah.
Meskipun demikian, inovasi-inovasi bata agar bisa bertahan lama kualitasnya terus dilakukan, meskipun dirinya tidak menampik bahwa bahan baku tanahnya semakin menipis. Ia berharap, kualitas genting dan bata di Karawang seperti di Jatiwangi yang mulai tersohor, meskipun produksi secara manual dan tradisional, namun tidak kalah bersaing. Untuk itu menurutnya perlu ada pancingan dari pemerintah agar bisa memberikan sentuhan, baik berupa modal maupun pembinaan bagi para perajin agar tetap berjalan di tengah ancaman bata-bata hebel dan batako. "Perlu ada pembinaan dari pemerintah, karena sentra produksi bata juga ini membuka kesempatan kerja bagi masyarakat desa itu sendiri," pungkasnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template