Baru 6 Bulan Aspal Jalan Sudah Terkelupas - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Baru 6 Bulan Aspal Jalan Sudah Terkelupas

Baru 6 Bulan Aspal Jalan Sudah Terkelupas

Written By Mang Raka on Kamis, 02 Juni 2016 | 15.30.00

TEGALWARU,RAKA - Jalan aspal yang baru saja ditutup di atas jembatan Sangkuriang, Desa Cintalaksana ternyata sudah terkelupas. Padahal usianya belum genap lima bulan. Hal itu diduga rusak karena tidak kuat menahan beban kendaraan pengangkut material yang muatannya melebihi tonase.

Pantauan di lapangan, kemarin, jalan tersebut memang sering dilintasi truk-truk pengangkut material, baik batu kerikil maupun batu belah. Sementara status jalan hanyalah jalan kelas tiga yang mestinya hanya boleh dilintasi kendaraan-kendaraan roda empat. Berdasarkan perkiraan dalam sehari jumlah kendaraan berat yang melintas bisa mencapai seratusan.
Tidak heran karena terlalu berat beban yang ditahan alhasil jalan yang harusnya masih tampak mulus dan licin itu jadi bolong-bolong dan berkeroak, hingga membahayakan pengendara yang melintas di ruas itu. Sementara, jika mengacu kepada fisiknya, jalan rusak berlubang dengan diameter hampir 30 cm dan retak serta berlubang tersebar dibeberapa titik. Kondisi ini amat berbahaya bagi pengendara motor karena bisa mengalami kecelakaan, terutama di malam hari. Ditambah lagi disekitar lokasi pun minim penerang jalan umum (PJU).
Dijelaskan Iman (40) tokoh masyarakat Kampung Cacaban, Desa Cintalanggeng, dirinya menyambut baik perbaikan jembatan itu serta penutupan jalan yang rusak oleh aspal. Akan tetapi karena intensitas kendaraan truk pengangkut material pasir dan batu mengakibatkan jalan mudah rusak dan akibatnya sekarang jalan pun berkubang serta mengalami keretakan. "Kalau saja tidak dipergunakan oleh kendaraan besar mungkin jalan tidak mudah rusak dan malah merugikan banyak pengguna jalan terlebih bagi kendaraan roda dua yang sering selip masuk ke lubang hingga akibatkan kendaraan as roda nya rusak," ungkapnya.
Sedang Jamal (37) petugas PLN yang bertugas di wilayah Kecamatan Pangkalan menyampaikan, dirinya berharap adanya tindakan tegas bagi kendaraan berat yang kelebihan tonase serta membuat infrastruktur jalan menjadi rusak. Bahkan kadang pemerintah mendapatkan getah kesalahannya saja. "Pemerintah berarti dituntut tegas dan bisa menegakan peraturan pengguaan kendaraan yang kelebihan tonase agar tidak mudah merusak infrastruktur jalan yang ada. Saya harapkan ketegasan dengan langsung melihat permasalahan agar mengetahui secara nyata," tandasnya.
Pendapat berbeda dilontarkan Sabar (44), warga Kampung Cikukulu Barat, Desa Cintaasih. Dirinya malah menyangsikan pekerjaan yang telah diperbaiki di jembatan tersebut karena material aspal yang kurang, malah menyebabkan jalan menjadi mudah rusak. Sementara kendaraan berat yang sering lalu lalang pun salah satu penyebabnya juga. "Jika materialnya baik mungkin kerusakan bisa diminimalisasi dan permasalahan kendaraan truk besar yang mengangkut material berat pun sebagai penyebabnya juga. Dan yang paling parahnya lagi pengawasan terhadap kendaraan berat di Karawang Selatan dicuekin Dinas perhubungan," tandasnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Dan lihat ini juga... belum yang ke arah cikampek mah ke cilamaya... ya allah, malah minta mobil,,, hallo anggota dewan pemerintah karawang apa masih bisa dengar suara rakyat... harusnya media massa seperti radar karawang jadi penyambung lidah rakyat ... tapi kayanya cuman meliput dan memposting saja?

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template