- Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:

Written By Mang Raka on Senin, 13 Juni 2016 | 21.35.00

- Bangkai Kapal Ditemukan, Ratusan Koin Abad 17 Tercecer

CILAMAYA KULON, RAKA - Laut utara Karawang nampaknya benar-benar menjadi lokasi transit kapal-kapal asing di abad ke 17. Buktinya, selama dua bulan terakhir, sejumlah harta benda peninggalan sejumlah kapal Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) yang diduga karam, ditemukan beberapa warga setempat.
Ratusan koin bertuliskan VOC, botol tuak bertuliskan Rotterdam, hingga mangkok dan alat-alat lainnya diduga lama bersemayam di dasar laut ditemukan. Tidak itu saja, seminggu terakhir tim dari Barang Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) bersama tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), sudah turun ke laut yang sempat disambangi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini. Hasilnya, tim BMKT sudah menemukan serpihan kapal-kapal milik kongsi dagang Hindia Timur Belanda, yang titik kordinatnya masih dirahasiakan untuk keamanan.
Sekretaris Kelompok Pengawas Masyarakat Pesisir (Pokmaswas) Pasirputih, Sahari mengatakan, selama dua bulan terakhir benda-benda yang diduga peninggalan kapal karam milik VOC, ditemukan masyarakat dan nelayan di sejumlah titik. Itu terjadi setiap kali muara Pasirputih hendak diturap. Hanya masyarakat yang peduli saja yang mengamankan benda-benda bersejarah itu. Sehingga saat ini, benda seperti ratusan koin yang diduga harta peninggalan VOC sekitar tahun 1700-1800, itu tercecer di sejumlah warga. "Dalam koin jelas bertuliskan VOC, dan tahunnya dari mulai 1700-1800 Masehi. Adapula koin nominal sen yang bertuliskan bahasa Arab dan Jawa kuno," ungkapnya kepada Radar Karawang.
Selain itu, ditemukan juga benda lainnya seperti botol-botol dari marmer, yang diduga tempat menyimpan tuak para anggota VOC, karena bertuliskan Rotterdam. Berikut gelas cangkir kecil-kecil dan mangkok manik-manik khas Tiongkok. Beberapa sudah pecah karena tergerus pembangunan turap, namun tetap diamankan oleh nelayan. "Mungkin ini peninggalan kapal karam milik VOC abad ke 17. Karena konon Pasirputih merupakan pesisir tempat transit Belanda, dan bukan tujuan," ujarnya.
Penemuan selama dua bulan terakhir ini kata Sahari, membuat KKP bersama tim BMKT melakukan survei ke lokasi ditemukannya barang milik VOC. Karena kabarnya Kerajaan Belanda tengah gencar-gencarnya mencari koin-koin peninggalan masa lampaunya di Indonesia. Alhasil, setelah menempuh perjalanan setengah jam dari bibir pantai, tak jauh dari lokasi Karang Sendulang, ditemukan serpihan kayu dari kapal-kapal VOC yang diduga karam. Namun KKP dan BMKT masih merahasiakan titik koordinatnya demi keamanan. "Kemungkinan sebagian besar kapal-kapal itu tenggelam karena berbagai penyebab. Diantaranya menabrak karang, diterjang badai, atau kalah saat diserang musuh," ungkapnya.
Senada diungkapkan Ketua Pokmaswas Mina Jaladri Pasirputih, Heri Suhaeri. Sebenarnya penemu pertama harta benda yang diduga peninggalan VOC itu, bernama Zahidin dan Rasidi. Saat ditemukan, benda-benda itu tidak menyedot perhatian masyarakat nelayan, karena dianggap tabu. Sehingga tidak ada perburuan.
Sayangnya, Pemkab Karawang terutama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), bukan saja lengah mengelola aset biota laut di Pasirputih, tetapi juga sudah gagal merespon hasil temuan benda-benda bersejarah ini untuk ditindaklanjuti. Soalnya, pihak KKP dan BMKT ini datang ke Pasirputih, sehari setelah dirinya mengirim pesan lewat Whatsapp ke KKP Provinsi Jawa Barat. "Mudah saja dapatnya. Pas mulai pekerjaan turap pasti saja ada benda-benda aneh ini. Ya jarang diambil sih, ada juga yang peduli ngambil," katanya.
Ia berharap, hasil temuan para nelayan di Pasirputih ini bisa dilindungi. Artinya jika benar ini merupakan barang-barang kuno milik VOC, jangan sampai hasil temuan ini diambil oleh pemerintah Belanda atau kolektor yang membeli langsung ke para nelayan. Karena benda luar negeri yang lawas dan ditemukan di dalam negeri, dilarang ditransaksikan dengan pihak ketiga alias orang asing. "Saya yakin kalau pemerintah membelinya dengan harga seadanya untuk kepentingan negara, maka semua nelayan di Pasirputih bahkan tengkolak, akan berbondong mengembalikan benda peninggalan VOC ini. Jika tidak demikian, rata-rata nelayan memilih mengoleksinya sendiri di rumah-rumah," ungkapnya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Karawang Hendro Subroto, melalui pesan singkatnya kepada Radar Karawang menuturkan, lokasi yang menyimpan banyak barang peninggalan VOC itu 84 mil dari pantai Karawang. Pihaknya baru-baru ini dengan perwakilan dari KKP dan Dirjen Kelautan dan Pulau-pulau Kecil, serta perwakilan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jabar bersama Pokmaswas setempat, meluncur ke lokasi yang sudah diketahui titik kordinatnya. "Baru di Pasirputih saja. Kordinat sudah ditemukan, kita menunggu tindaklanjut dari KKP," ungkapnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template