Awas Siswa Baru Titipan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Awas Siswa Baru Titipan

Awas Siswa Baru Titipan

Written By Mang Raka on Sabtu, 11 Juni 2016 | 15.30.00

-Modusnya, Sekolah Ditekan Setelah Pengumuman Kelulusan

KARAWANG, RAKA - Sejak dimulai pertama kali tahun 2013, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online yang dianggap paling transparan dan efisien, terus menuai tekanan dari berbagai pihak.
Banyak yang gelisah karena jalur ilegal untuk mendapatkan kursi yang biasanya mudah dilakukan, menjadi lebih sulit. Karena dalam website PPDB online itu terpampang jelas, mana siswa lulus seleksi dan siswa yang harus melanjutkan ke sekolah swasta. Namun, bukan berarti sistem yang sudah begitu ketat itu tidak bisa diakali. Jika melihat dua tahun kebelakang, atas nama kondusifitas akhirnya Pemerintah Kabupaten Karawang membuat sekolah dadakan. Tujuannya untuk menampung siswa yang tidak diterima di sekolah negeri.
Lalu bagaimana dengan tahun ini? Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Karawang Caya Suryana mengatakan, PPDB online setiap tahun pasti kondusif. Tapi menjadi ruwet setelah hasil seleksi PPDB online resmi keluar. Banyak yang melakukan tekanan terhadap kepala sekolah, agar peserta didik yang 'dibekinginya' lulus seleksi. "PPDB onlinennya kondusif, tapi pasca PPDB online yang kacau," ungkapnya kepada Radar Karawang, usai melakukan pertemuan dengan panitia PPDB online dan Komisi D DPRD Kabupaten Karawang di Gedung PGRI, Jumat (10/6) kemarin.
Ia melanjutkan, selama kesadaran masyarakat belum berubah, akan terus ditemui kasus seperti tahun-tahun sebelumnya. "Tanpa ada kesadaran, masih sulit PPDB online terjamin kondusif," terangnya.
Ketua Pelaksana PPDB online Nandang Mulyana mengatakan, butuh lima tahun atau lebih agar bisa menghasilkan PPDB online yang benar. "PPDB online merupakan sistem penerimaan siswa baru secara adil dan transparan saat ini. Harus didukung agar berjalan 100 persen," katanya.
Sementara anggota Komisi D DPRD Karawang Endang Sodikin mengatakan, setelah melihat paparan panitia PPDB online, banyak perubahan dibanding tahun lalu. Seperti tidak ada batas jarak sekolah. "Untuk SD rayonisasi di lingkungan desa, SMP sampai dua kecamatan, sedangkan rayonisasi SMA/SMK hanya untuk lingkungan satu kecamatan," ungkapnya.
Saat dimintai tanggapan soal titip menitip siswa, menurut Endang, PPDB online sudah jelas aturan mainnya. Dan sudah saatnya masyarakat tidak berorientasi pada sekolah negeri. "Saat ini sekolah swasta dan negeri sama saja," ujarnya. (dri)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template