Awas Daging Busuk - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Awas Daging Busuk

Awas Daging Busuk

Written By Mang Raka on Rabu, 29 Juni 2016 | 18.35.00

-Beredar di Dengklok dan Pasar Wadas

KARAWANG, RAKA - Masyarakat diminta lebih teliti jika ingin membeli daging ayam maupun daging sapi. Pasalnya, menjelang Idul Fitri Dinas Pertanian Kehutanan Perkebunan dan Peternakan (Distanhutbunak) Kabupaten Karawang, menemukan sejumlah daging gelonggongan dan membusuk beredar di sejumlah pasar.
Kasie Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Distanhutbunak drh Sugiharto mengatakan, hasil tinjauannya di berbagai pasar di Kabupaten Karawang, ditemukan beberapa daging tidak sehat. Di Kosambi misalnya, pedagang terindikasi menggunakan suntikan air pada daging ayam. Hal itu nampak dari fisiknya. Jika ayam suntik ini dikonsumsi akan mengancam kesehatan. Karena tidak jelas jenis air apa yang disuntikan ke daging ayam tersebut. "Mungkin tujuannya untuk memperberat timbangan," ungkapnya didampingi Kepala UPTD Pertanian Lemahabang Dedi, usai menyisir lapak di Pasar Wadas, Selasa (28/6).
Sementara di Rengasdengklok, ditemukan daging berformalin. Begitupun di Pasar Lemahabang Wadas, ditemukan daging ayam yang sudah berhari-hari masih dijual pedagang. Ia menduga daging busuk itu disuplai dari perusahaan di wilayah Telukjambe. Dokter hewan ini melanjutkan, berbeda dengan daging yang dipotong di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) resmi. Seperti dibawah kendali pemantauan dinas maupun pemotongan mandiri. "Ada formalin, ada juga yang busuk bahkan gelonggongan juga beredar," ujarnya.
Kasie Kesehatan Hewan Distanhutbunak Sri Hardianti meminta para pedagang mejaga kebersihan lapak. Begitupun suplainya diharapkan dari pemotongan resmi dibawah pengendalian Dinas Pertanian dan Peternakan. "Kita cek satu persatu. Saya minta jaga kesehatan dan kebersihan lapak," ungkapnya.
Sementara itu, Kasie Makanan dan Minuman (Mamin) Dinas Kesehatan Karawang Mohammad Alwi mengatakan, daging gelonggongan yang disuntik air, bisa mengandung bakteri penyebab penyakit. Begitupun jika berformalin, pengkonsumsi ini bisa mengalami kerusakan organ dalam tubuh, dan terancam kanker. Ia menghimbau masyarakat agar waspada dan bisa membedakan mana daging layak konsumsi dan tidak. "Gelonggongan dan berformalin sama-sama menimbulkan penyakit. Tidak baik dikonsumsi," ungkapnya. (rud)

Kenali sebelum Mengonsumsi

-Ayam Tiren
Ada bintik noda kemerahan di pucuk-pucuk sayap ayam
Cepat membusuk
Saat dipegang, ada rasa lengket atau pliket
Warna daging kebiruan
Ada bau busuk meski sedikit
Dagingnya tidak kesat

-Daging Berformalin
Daging tidak dihinggapi lalat (padahal lalat paling suka daging)
Baunya menyengat
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template