Ajak Komunikasi Pakai Bahasa Inggris - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ajak Komunikasi Pakai Bahasa Inggris

Ajak Komunikasi Pakai Bahasa Inggris

Written By Mang Raka on Rabu, 15 Juni 2016 | 18.40.00

Orang Arab Bisa Bahasa Indonesia

Bertemu dengan banyak orang dari berbagai bangsa dengan beragam bahasa, tentu harus memiliki kemampuan berbahasa yang baik jika ingin berkomunikasi dengan mereka. Apalagi saat menunaikan ibadah haji, banyak hal bisa terjadi.
Seperti yang dialami oleh H Hendi Suharyadi, warga Kecamatan Cikampek saat menunaikan ibadah haji. Tepatnya tahun 2006, Hendi mendapat kesempatan ke tanah suci. Karena sendirian, akhirnya dia mencoba berbincang dengan jemaah haji dari Timur Tengah menggunakan bahasa Inggris. Tapi siapa sangka, orang tersebut ternyata bisa berbahasa Indonesia dengan baik. "Saya ngobrol pakai bahasa Inggris dengan sekemampuan saya. Tapi pas menjawab dia bisa bahasa Indonesia," ujar Hendi sambil tertawa mengingat peristiwa yang sudah cukup lama itu terjadi, Selasa (14/6).
Dalam obrolan itu, warga Timur Tengah tersebut mengatakan beribadah haji bersama keluarganya, yaitu istri, anak dan ibunya. Karena bisa bahasa Indonesia, maka perbincangan berjalan cukup hangat sehingga keduanya terasa akrab. "Bisa bahasa Indonesia, karena dia pernah ditugaskan di Kalimantan untuk urusan perminyakan," tambahnya.
Pengalaman lainnya adalah saat dia melakukan tawaf setelah salat fardu. Ia melihat seorang ibu yang diperkirakan usianya 50 tahun jatuh di samping Kabah. Karena khawatir terjadi sesuatu, dia langsung melindungi tubuh ibu tersebut dari desakan jemaah haji yang sedang tawaf. Bahkan dia rela kakinya bengkak karena tergencet ke pojok Kabah. "Pas si ibunya sudah berdiri. Terus sudah amanlah. Tiba-tiba orang yang awalnya sebegitu banyak jadi terlihat kosong. Bahkan saya bisa menyelesaikan tawaf dengan cepat," tuturnya.
Sementara tahun 2014, dia kembali datang ke tanah haram untuk melaksanakan ibadah umroh. Kali ini dia tidak sendirian, melainkan bersama istri tercintanya. Perjalanan umroh pun terasa sempurna karena bersama sang istri. Dalam ibadah umroh tersebut, dia mendapat pelajaran yang sangat berarti.
Saat di Masjidil Haram, kata Hendi, sandal yang digunakannya disimpan di suatu tempat tidak jauh dari tiang. Saat menyimpan sandal, Hendi berbicara sesumbar. "Nyimpan sandal dimana saja, inikan Masjidil Haram tidak mungkin hilang," gumamnya saat itu.
Usai menjalankan salat, sandal yang disimpannya ternyata hilang. Dicari kemana pun tidak ketemu. Merasa sandalnya tidak juga ditemukan, Hendi sadar jika ucapannya sebelum salat tidak baik. Ia langsung istigfar, meminta maaf kepada Allah SWT. "Pas saya sudah istigfar. Ternyata sandalnya langsung ketemu. Langsung kelihatan. Padahal saya sudah berulang kali mutar di tempat itu," ujarnya. (zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template