Agar Sekolah Tidak Ditinggalkan Masyarakat - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Agar Sekolah Tidak Ditinggalkan Masyarakat

Agar Sekolah Tidak Ditinggalkan Masyarakat

Written By Mang Raka on Senin, 27 Juni 2016 | 14.30.00

CILAMAYA WETAN, RAKA - Guru merupakan jabatan profesional lazimnya bidan, dokter maupun profesi lain yang perlu keahlian. Maka dari itu, tidak boleh seorang guru meskipun status honorer, menyembunyikan profesinya kepada masyarakat. Karena guru setara dengan profesi profesional lainnya.
Di sela-sela buka puasa bersama di SMK Iptek Cilamaya, Pengawas SMK Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang, Bambang Herdiana mengatakan, seorang guru diukur sejauh mana kinerjanya. Sebab mereka yang cinta profesi adalah mereka yang memiliki mental pekerjaan yang baik. Meski demikian tambahnya kinerja guru itu harus selalu dievaluasi saat akhir tahun ajaran dan membuat perencanaan yang baik jelang dimulainya tahun ajaran baru. Apalagi tugas mendidik, bukanlah hal yang asal karena perlu perencanaan matang untuk kemajuan anak dan sekolah. "Guru itu jabatan profesional, maka saat mau mendidik anak, harus siap dievaluasi dan membuat perencanaan matang menyusun pemetaan kinerjanya kedepan," tandas dia.
Lebih jauh Bambang menambahkan amanah profesi ini mengalir dengan sendirinya, berwujud tanggung jawab. Sehingga berulang kali pihak sekolah menggelar pelatihan In House Training dengan 8 Indikator itu diperlukan lantaran semuanya tercermin dalam Rencana Kerja Kepala Sekolah (RKKS) yang mengakomodir setiap perencanaan akademis dan lainnya. Apalagi, bagi sekolah swasta yang memiliki siswa lebih dari seribu, ini penting diperhatikan, oleh karena kepala sekolah memiliki peran dan tanggungjawab yang sangat besar. Apalagi mengurusi sekolah favorit, maka guru dan stakeholdernya harus mampu meningkatkan keterampilan dan inovasi. "In House Training itu merupakan perwujudan sempurna atau tidaknya kinerja guru dalam 8 indikator, termasuk perencanaannya," kata dia.
Lebih jauh Bambang menambahkan, penghargaan kepada guru, sekolah dan prestasi lainnya itu diraih dengan dedikasi dan kinerja. Sehingga ia catat bahwa kekurangpedulian pada kualitas sekolah dewasa ini mengakibatkan krisis kepercayaan masyarakat. Banyak contoh sebut Bambang, sekolah favorit di wilayah Bekasi, mulai ditinggal warga karena alasan bervariasi. Ada yang akibat tawuran, ada pula karena sudah tidak berdaya saing dengan sekolah lain. Untuk itu ia menyarankan agar sekolah meningkatkan kualitas dan profesionalisme. Agar sekolah selalu diberkahi. "Penghargaan itu diraih oleh dedikasi dan kinerja, jika tanpa itu lembaga pendidikan manapun akan berangsur ditinggal kepercayaannya oleh masyarakat," pungkas dia. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template