2 Petinggi KPU Diperiksa Lagi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » 2 Petinggi KPU Diperiksa Lagi

2 Petinggi KPU Diperiksa Lagi

Written By Mang Raka on Rabu, 15 Juni 2016 | 18.39.00

-Ketua dan Bendahara Dipanggil Sebagai Saksi

KARAWANG, RAKA - Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang kembali memeriksa Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karawang Riesza Afiat, terkait dugaan korupsi pengadaan alat peraga kampanye (APK) Pilkada tahun lalu.
Bersama Bendahara KPU Fitri Utami Herdinasari, Riesza terlihat mengenakan jaket berwarna hitam dan celana abu-abu saat mendatangi Kejari, Selasa (14/6) kemarin.
Kepala Seksi Pidana Khusus Titin Herawati Utara mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk mendalami keterangan atau alat bukti yang sudah dimiliki penyidik. Menurut Titin, sejak Senin (13/6) lalu, pihaknya sudah memeriksa ulang empat orang terkait kasus tersebut. "Untuk status mereka masih sebagai saksi," ujarnya.
Sebelumnya, penyidik juga mendalami hasil penggeledahan yang dilakukan beberapa waktu lalu, baik yang berupa dokumen ataupun bukti elektronik seperti percakapan telepon, SMS, atau BBM. "Semua petunjuk yang mengarah kepada perbuatan melanggar hukum kami dalami, dengan meminta keterangan dari pihak terkait," katanya.
Ia melanjutkan, pada pekan ini semua yang dipanggil dan diperiksa penyidik kejaksaan masih berstatus sebagai saksi. Tetapi tidak semua orang yang pernah diperiksa dipanggil kembali oleh penyidik. Hanya 10 saksi yang dipanggil ulang. "Hanya orang tertentu saja yang dipanggil kembali, dan diperiksa penyidik. Keterangan mereka sangat diperlukan guna melengkapi berkas perkara, yang tengah disiapkan penyidik," terangnya.
Titin belum memastikan kapan akan menetapkan tersangka kasus korupsi dana Pilkada, yang digelontorkan Pemkab Karawang senilai Rp 59 miliar tersebut. Tapi yang jelas, katanya kasus KPU akan berlanjut hingga ke pengadilan. "Ikuti saja prosesnya karena kami tidak bisa asal saja. Semua harus sesuai dengan aturan. Yang pasti kami sudah bekerja keras, agar kasus ini segera rampung sesuai aturan," katanya.
Sejauh ini penyidik sudah memeriksa hampir 100 orang terkait kegiatan KPU dalam pelaksanaan Pilkada 2015, yang jumlahnya mencapai 73 kegiatan pengadaan. Dalam kegiatan tersebut, penyidik mencium ada aroma korupsi yang dilakukan pejabat KPU dengan rekanan yang mendapatkan proyek pengadaan tersebut. Berdasarkan hitungan penyidik, akibat perbuatan korupsi tersebut, negara dirugikan Rp 1,3 miliar. (dri)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template