100 Hari Cellica-Jimmy, Baru Bisa Menggertak - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » 100 Hari Cellica-Jimmy, Baru Bisa Menggertak

100 Hari Cellica-Jimmy, Baru Bisa Menggertak

Written By Mang Raka on Sabtu, 11 Juni 2016 | 17.00.00

KARAWANG, RAKA - Sejak Cellica Nurrachadiana dan Ahmad 'Jimmy' Zamakhsyari dilantik jadi bupati dan wakil bupati Karawang tanggal 17 Februari 2016 di Gedung Merdeka, Kota Bandung, hingga saat ini banyak peristiwa menarik terjadi.
Mulai dari proses serah terima jabatan yang dijaga ketat aparat bersenjata laras panjang, rencana pembongkaran rumah dinas bupati jadi pendopo, ucapan sesumbar Jimmy menggali pajak dari minuman keras, gertakan Cellica terhadap PNS yang malas ikut rapat, pembongkaran gubuk liar di jalan menuju gerbang Tol Karawang Timur dan Jalan Lingkar Tanjungpura, hingga gertakan Jimmy soal perombakan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora).
Meski begitu, jika dilihat dari rentang waktu selama mereka berkuasa, belum satupun gertakan itu terbukti. Buktinya, saat Cellica marah karena banyak pejabat di Pemkab Karawang yang tidak hadir dalam rapat paripurna persetujuan rancangan peraturan DPRD nomor 1 tahun 2014, tentang tata tertib DPRD Kabupaten Karawang, dengan nada tinggi Cellica mengancam yang tidak hadir akan dimutasi. Namun, entah karena ancaman itu tidak terbukti atau pejabatnya yang malas, dua bulan setelahnya saat penetapan Raperda Pasar, kejadian serupa terulang. Sedikitnya 38 pejabat tidak hadir.
Begitu halnya dengan pembongkaran gubuk liar di jalur menuju gerbang Tol Karawang Timur dan Jalan Lingkar Tanjungpura. Meski akhirnya pembongkaran benar-benar dilakukan, tapi kondisi di dua tempat itu tidak jauh lebih baik. Masih kumuh karena tidak ada perbaikan infrastruktur sama sekali. "Kita lihat infrastruktur yang masih banyak PR. Termasuk pembuatan perbup (peraturan bupati) yang seharusnya cepat dibuat, untuk mendukung perda (peraturan daerah)," ungkap Sekretaris Fraksi PDIP Natala Sumedha.
Bukan hanya itu, berbagai peristiwa hukum pun muncul. Sebut saja gugatan pemilihan kepala desa di Desa Sumurgede Kecamatan Cilamaya Kulon, Bengle Kecamatan Majalaya dan Situdam Kecamatan Jatisari yang dimenangkan oleh warga. Lalu dugaan korupsi pengadaan alat peraga kampanye Pilkada yang mendera Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karawang, dan dugaan suap terkait izin pemukiman mewah Summarecon yang mengalir ke anggota dewan. Soal pilkades ulang yang diperintahkan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), hingga saat inipun masih belum ada kejelasan. Kabid Hukum Pemda, Kiki mengatakan, keputusan pilkades ulang di tiga desa dan pemilihan kades lewat musyawarah desa di Desa Sukaratu ada di tangan bupati. "Untuk masalah ini, ada di tangan bupati, kita sikapnya menjalankan," ujarnya.
Beragam komentar pun bermunculan dari masyarakat. Melalui akun Facebook, Radar Karawang mencoba menjaring aspirasi masyarakat terhadap 100 hari kepemimpinan Cellica-Jimmy. Meski 100 hari belum bisa jadi ukuran nasib Kabupaten Karawang selama lima tahun kedepan. Tapi setidaknya itu bisa jadi gambaran semangat tidaknya pemimpin baru Karawang membangun Kota Pangkal Perjuangan.
Akun bernama Rohmatul Laelly Rizkyani misalnya, menurutnya hanya sedikit perubahan yang dirasakannya. "Menurut aku hanya sekian persennya udah kerasa... Tapi semuanya juga butuh proses," tulisnya.
Hal serupa dikatakan oleh Rifky Achmad. Kabupaten Karawang tidak terlihat perubahan sama sekali. "Masih sama aja, blm ada perubahan," ujarnya.
Berbeda dengan Rifky, akun bernama Maulana Aldi Yunanda justru merasa sejak dipimpin Cellica-Jimmy, Kabupaten Karawang terjadi perubahan. "alhamdulilah sudah ada perubahan. Semua itu butuh proses nggak langsung semua ada perubahan skaligus. Mungkin skarang tth seli sdang menyiapkan strategi buat perubahan masa depan karawang nanti. Jadi orang penting seperti beliau tidak mudah loh, beliau juga memikirkan strategi buat masyarakat nya. So kita sbgai masyarakat sbaik nya krja sama untuk perubahan indonesia buat k dpan nya, bukan hanya mengomentari saja." tulisnya.
Namun sayang, hingga berita ini ditulis, Cellica maupun Jimmy sangat sulit dihubungi. Beberapa kali bertemu dengan Cellica, dirinya selalu menghindar saat ditanya soal 100 hari kerja. Begitu pula dengan Jimmy. (psn/dri)
Berbagi Artikel :

2 komentar:

  1. Ga ada yang koment ini,,, takut di pidanakan kali yah... padahal koment itu bagus bila yang di kasih koment mau menerima agar menjadi lebih dewasa... tapi zaman sudah berubah... dikit" ham, ham, ham, ham ... terus hukum,,, hukum,,, hukum...

    Semoga karawang apa lagi jadi lebih baik lagi, ga di kota doang tapi di kecamatan kecamatannya di hidupkan... jangan di kucilkan kasih uang biarkan... abis uang kasih lagi biarkan... gimana mau maju karawang... dari semua sektor...

    BalasHapus
  2. Karena menjadi seorang pemimpin itu tdk mudah membalikan tlpak tangan..mungkin beliau baru mnggertak tp blum bukti atas gertakan tsb..tp sy percya bupati dan wabup karawang kali ini bisa sejajar membenahi yg selama ini jdi PR di daerahnya..
    Contoh ;tentang penataan jln akses tol timur yg sekrang masih dlm pengerjaan spy tdk d penuhi warung2 ataupun pangkalan pasir yg menurut sy merusak pemandangan perkotaan..maka dari itu di bupati&wabup mengharapkan kerjasama antar elemen masyarakat..agar tercipta pemerintahan yg membangun dari berbagai sektor..

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template